Minggu, 14 Juni 2009

Kisah Lampu Merah Manggarai

hidup dijaman ini memang keras
kalo keadaan psikologis gue lemah, mungkin gue uda nyakar-nyakar kaca mobil orang di lampu merah manggarai kemarin.
tapi untung, gue lebih milih pasang senyum aja. :)

friend,
sahabat-sahabat gue udah kenal banget sama motor cina sanex beracun, teman setia gue kemana-mana.
warna nya emas-emas pudar gitu.
mocin itu keluaran tahun 2000.
gue menunggangi nya dengan bangga, sejak gue baru memakai seragam putih biru.
waktu itu, gue berasa yang paling ganteng diantara kawan yang lain.
bayangin aja, SMP kelas satu jaman itu, baru gue doang yang paling enggak uda bisa ngegonceng cewek naek motor dibanding kawan-kawan gue yang lain.
berasa bet ganteng gue waktu itu.
sampe-sampe waktu itu ada stiker di spakbor belakangnya, "for cewek cakep only."
sadis kan noraknya???
hehehe.
tapi sekarang, temen-temen gue kendaraannya uda beraneka ragam.
motornya mantep-mantep.
ada juga beberapa yang udah bawaannya mobil.
dan gue? gue? gue?
gue masih bersama mocin beracun itu sampai 2008 ini. hahahahaha, sedih!

jaman sekarang, uda keitung cewek yang mau naek motor.
debu lah, angin lah, takut lah. banyak banget alesannya.
nah, apa lagi di gonceng sama mocin satu ini.
cewek mikir sekali juga uda cukup untuk bilang, "sorry zer, gue naek taksi aja."
hahahahahahahahaha.

gue menamainya motor beracun itu, emas.
karena memang warnanya unik.
emas gitu.
tapi bukan emas yang mengkilap bening gimana gitu.
warna nya itu kuning-kuning milenium tapi agak pucet juga.
gue juga sulit mengungkapkannya dengan kata-kata. ;)
jadi, kalo ada temen gue nanya, "zer, bawa apaan kesini?"
ya gue bilang, "bawa emas dong! kalo lo mau pake, ga papa pake aja."
hahahaha, kesannya gue orang kaya gitu.

lain lagi jok nya.
jok nya mengandung gambar bulu macan gitu.
jadi motor gue ada sedikit bernuansa dangdut; suatu gebrakan musik yang siap menggoyang ibukota.
ga kebayang kan gimana norak nya.........
tapi nyokap gue selalu bilang, "yang penting kan, yang bawa kan ganteng."
hahahaha, kalo diresapi.. kalimat itu selalu membuat gue masang senyum setiap kali gue bawa si emas kemana-mana.
dan nyatanya, gue ga bisa-bisa kemana-mana tanpa si emas beracun itu.
emas beracun adalah sosok yang selalu gue rindukan.
ia tak pernah bosan mendengarkan gue bernyanyi.
ia tak pernah protes saat gue hantam ban nya ke lubang.
ia tetap setia menunggu gue di parkiran.
sampai kapan pun, dan sampai kapanpun.
ia adalah sosok yang lebih setia dari wanita yang justru hanya banyak bicara.
emas beracun ku!

waktu itu emang panas banget.

teriknya matahari menerjang setiap ketek untuk menghasilkan bau.
gue? jelas pake rexona.

mungkin waktu itu adalah pukul 12.10 WIB, di lampu merah manggarai.
gue stand by di sebelah kiri jalan. tapi bukan paling kiri.
didepan gue, ada beberapa motor yang terlihat tidak sabar dan berniat menerobos lampu merah yang selalu tidak dikawal polantas.
gue kegerahan.
gue tahu, lampu merah yang satu ini, lama nya ga ketulungan.
gue lepas helm gue, untuk menghembuskan nafas dan membasuh tetes-tetes keringat yang sudah menghujani kening ini.
gue basuh, sambil tengok sana sini.
ternyata gue berada di antara kekapitalisan.
sebelah kiri gue persis, mobil BMW.
sebelah kanan gue Hammer.
dan motor cina beracun, berada ditengahnya?
ya Tuhan, Engkau lucu sekali. ;)

gue kurang merhatiin BMW versi apa, yang jelas didalemnya ada seorang supir, dan dibelakangnya wanita.
sedangkan Hammer, pria berdasi dengan kaca mata hitam.
Kaca mobilnya gelap. misterikal.
sedangkan BMW, kaca mobilnya agak tembus.
gue bisa merasakan banget bagaimana sejuknya berada didalam.
wanita dibelakang itu cantik.
ia natap gue sambil tersenyum.
senyumannya seperti seteguk anggur dingin yang kita telan ditengah gurun sahara.
dan gue, tetap meresapi penuh, omongan nyokap gue.
yaitu, "yang penting kan, yang bawa motornya ganteng."
kalo gitu, gue pasang senyum juga.
lalu sesuatu tak diduga terjadi, wanita itu membuka kacanya.
"kampus?"

gila, lelucon apa ini?
di panas terik yang begitu menyengat, gue mendengar suara gadis cantik yang terkurung di mobil mewah menyapa gue sambil tersenyum.
lalu gue jawab, "iya, di YAI situ. tau kan?"
"tau kok. yaudah, sabar. kan udah mau sampe. hati-hati ya..."

kalian tau?
sedetik setelah itu mobil itu melaju cepat.
klakson kendaraan dibelakang gue, menghantam gendang telinga gue, sekaligus pikiran gue.
apa-apaan ini?
malaikat-Mu kah itu Tuhan?
agar aku terus bersemangat menimba ilmu, meski panas terik sudah membuat haus tenggorokanku.

gue kejar mobil itu.
gue terus membelakangi nya dari belakang.
karena gue agak segan menyalipnya.

siapakah gerangan dia?

karena kemacetan yang selalu membuat orang jakarta depresi, kamipun berpisah.
keterangan yang tersisa hanyalah, stiker di kaca belakang mobil mewahnya yang bertuliskan
"WE ARE THE YELLOW JACKET!"

sejarah penting yang gue petik hari itu.
1) Tuhan bisa memakai siapapun untuk memberimu semangat
2) cari ilmu meski terlalu siang
3) emas beracun, pembawa केबेरुन्तुंगन


contoh senyum

Tidak ada komentar:

Posting Komentar