Minggu, 14 Juni 2009

Terjerat Insomnia

kawan, tahukah kau apa yang ku rasakan?
tersiksa kawan, tersiksa.
hiks hiks hiks hiks.

punggungku seperti di pecut-pecutkan seorang Madonna yang mengenakan baju kucing, dengan stocking ala macan rimba. leherku seperti dilindes kaki Pretty asmara. dan pinggangku, rasanya seperti di peluk gorilla gila. disiksa dan disiksa.
tapi seriusan. kondisi ini menyiksa gue.
secara fisik gue jadi lemah.
misalnya ada burung pipit berak diatas kepala gue, pasti gue langsung jatuh tak kuasa menahan bebannya.
lemaf friend, gimana sih kalo lemah! arghh! (gue marah-marah).
apa ini saatnya untuk menari india?
ah, tidak.

lalu gue bengong. suara semilir angin meniup dada gue.
pandangan gue kosong.
tiba-tiba:

dear diary.

rangga, hari ini cinta syebel deh!
masa cinta jadi susah banget tidurnya. rangga mau ga empok-empokin pantat cinta biar cinta cepet tidur???
cinta bete.. bete... bete... bete.. pokoknya!

"cinta?"
cinta mendengar suara memanggilnya dari arah jendela.
"itukah kamu, pangeran cintakuh?" cinta bertanya dengan suara misterius itu sambil menggigit-gigit pulpennya.
"aku disini cinta. dijendela." jawab rangga. sayap dipunggungnya mengekap, lebar selebar bibir omas maya.
"ooooh, rangga!" cinta berlari menghampirinya. "mau kah kau tidur bersamaku? aku gelisah." katanya.
"mau. tapi ada syaratnya." tatapan rangga tajam sekali. setajam silet di RCTI.
"apahhh?" cinta menjawab dengan mulut ternganga-nganga.
"setelah pesan-pesan berikut, tetep di BUKAN EMPAAAAAAAAAAAAAAT, MATA!!!!!"
tiba-tiba rangga berubah menjadi tukul arwana.

arrrrrrggggggggggggh!
tukul merusak fantasi gue!
gue disiksa lagi, lagi, dan lagi.
kondisi ini adalah ketika mulut gue kangen saat bisa menguap selebar-lebarnya.
kondisi ini adalah ketika mata gue kangen saat bisa merem se-ada-adanya.
kondisi ini adalah ketika GUEEE, ga bisa tidur walau satu detik saja.
betapa kejamnya insomnia! (bener ga sih tuh namanya?)

sebelumnya gue udah nyamperin guling yang aduhai.
bantalnya terlihat seperti bokong Shakira. kayaknya paaaaaaaaas bener buat tidur sampe se-ngorok-ngoroknya.
lalu gue baringkan tubuh gue diatas ranjang. ranjang ini gue anggap seperti sekumpulan dollar yang sudah tidak tahu lagi mau di taro dimana. pasti enak banget tidurnya.
gue peluk guling itu dan menutup mata dengan ter-nyengir-nyengir. kepala gue bersandar di bantal itu. gue rasakan ke empukannya.
dengan kesejukan yang tiada tara, pasti ini memungkinkan untuk bermimpi tentang liburan ke Roma.
tek.. tek.. tek.. tek.. tek.. and so on and so on.
jiyaaaaaaah. gue masih ga bisa tidur juga.
pikir gue, "ah, terlalu sunyi. mari kita pasang musik orchestra."
siapa tahu kan, musik syahdu ini bisa mengantarkan gue kepada ketidaksadaran.
tek.. tek.. tek.. tek.. arrrrrrrrrrrrgh!
gue masih ga bisa tidur juga.
gue larikan tubuh gue ke teras. mengadu pada langit yang hitam.
kata gue berteriak:
"tiduri akuuuu oh bulan,
tolong, tiduriiii aku!
dimurahiiin dehhhhhhhhhhh. dijamin puas! ya om ya???"
suara gue, gue bencong-bencongin gitu.
ah, ternyata bulan tidak tertarik. ia malah mengirim gue suara tawa segar, hantu kuntilanak.
kampret tu bulan!
lagi bete-bete gini gue dikasih gituan.
iya kalo kuntilanaknya mau ama gue. NAH KALO KAGAK!
Turun derajat DJ sedunia. (eh, bego! kok jadi ke DJ sih!)

gue stel televisi.
siapa tahu, dengan menonton TV, tiba-tiba gue jadi ngantuk.
ahhh, tetep ga manjur.
malah sejak itu gue jadi menganggap bahwa tayangan televisi semuanya mengandung kafein.
gue anti televisi! bubarkan TPI! Adili Rhoma IRAMA!

KRIK.. KRIK.. KRIK..

lalu gue beranjak.
menghampiri sebuah buku.
dengan tujuan supaya gue bisa ngantuk gara-gara baca. setidaknya gue berharap, huruf-hurufnya yang nungging bisa menghipnotis gue supaya celentang pasrah.
ah, sama aja. yang ada gue malah bosen. rasanya gue pengen kunyah tu buku dengan brutal. arrrrrrgh!

kepikir tuk buka facebook? ah, bukan ide bagus. semua tahu alasannya.

alhasil gue jadi stress sendiri. ngacak-ngacak rambut, garuk-garuk, gelisah. persis orang lagi gesrek.

"kawan-kawan, aku harus berbuat apa?"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar