maaf, ak menguap.
ak hanya terlalu semangat untuk bermimpi.
jika takdir bersikeras untuk menyatukan kita, biarkan ak bangga karna pernah bermimpi.
memang.. setiap bingkai-bingkai besar yang kerap kali membuatku merona, kupaku nya didinding saraf.
tetapi memori tentang hal-hal kecil yang amat secuil, sungguh memaku jiwaku sendiri disepanjang dinding usia!
ak hangat oleh senyumku sendiri.
tangkap senyumku, angkat cintamu, mari bersulang!
cheers......... :)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar