Kemarin-kemarin aku sedang beruntung.
Teman, siapa yang percaya, si mirip matahari pernah berada dipinggiran lampu merah?
Awalnya aku juga tidak percaya.
Aku sempat mengira bahwa disana hanyalah sebuah sessi pemotretan victoria secret edisi busana tropis, atau mungkin kunjungan miss universe ke pusat-pusat keramaian.
Tapi aneh. Hari itu lebih condong kepada fenomena gejala alam, ketika matahari berada sejengkal dari daya fikir kaum-kaum adam.. Bagaimana aku tidak 'eureka'!
Tapi tidak mungkin, bahwa hingar-bingar debu pusat kota adalah latar terbaik untuknya..
Aku pasti bergurau.
bukankah terik siang bolong akan menggores kulit-kulitnya yang tak memiliki keluhan? ya setidaknya, metropolitan menjadi terlalu bising untuk dentingan syahdu nada cara jalannya. Ditambah lagi, lalu lalang sepeda motor ditengah egoisitas, akan membuat rambutnya kering. Adalah tidak mungkin jika dia adalah nyata. Pasti aku hanya kelelahan karena ujian yang mengejangkan arteri. Sampai-sampai aku jadi merasa terlalu beruntung untuk bisa melihat ciptaan-Nya yang paling jarang.
Tapi hari ini aku diterjangnya lagi, untuk kedua kalinya.
Nyata.
Kali ini aku yakin bahwa aku tidak berada dalam suatu pameran busana, atau reality show rekayasa. Hanya sayangnya, aku baru sadar didetik-detik setelah dia lenyap seperti uap. Sial..
sekarang masuk akal. Satu detik diterjang matanya saja, sudah terasa lebih teduh dari taman gantung Babilonia. Jadi, mungkin-mungkin saja, warna kuning yang juga kulihat barusan, adalah si mirip matahari yang kulihat berjalan dipinggir trotoar.
Hebat.
Jalan becek, belok penuh tanah dan kubangan, baginya adalah catwalk.
Terik menyengat, memancing keringat, untuknya adalah lighting.
walau mata paling bodoh yang aku pancarkan, hanyalah figuran, tapi mungkin dia boleh tahu, bahwa huruf aneh, kalimat abstrak tak karuan ini, adalah puisi.
Ya teman..
warna kuning oblong yang kau kenakan hari ini, lebih terang dari matahari..
sampai-sampai entah warna apa raut wajahku tadi?! :)
Jakarta, sekian-sekian-sekian.
Zarry Hendrik
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar