Minggu, 14 Juni 2009

Menikmati Perih

hidup adalah menikmati perih
biar senyum yang mengemas pedih
karena si galau pasti tahu,
tawa adalah tempat sembunyi.

biar aku berkata pada panas terik hari itu
bahwa rasaku adalah bait-bait yang mengalir semau hatiku.
tidak seperti hujan yang turun sesuai nasibnya
mimpi-mimpi selalu saja mengejutkan indera dengan lihainya

apa kupenggal saja yang luka?
sedih khan tidak mengantar obatnya
ya penggal saja!
biar pincang kakiku, asal lurus arahku
biar buntung tanganku, asal jangan patah hatiku
darah tetap harus dipompa
sajak ini menari sesuai denyutnya

tawa yang berdetak dibalik galau
teriakku dialam surau
tapi cinta terdengar sengau

Tidak ada komentar:

Posting Komentar