Senin, 29 Juni 2009

Kelinci Masuk McD

Lelaki mana yang masih kuasa jika melihat wanita cantik yang sepertinya adalah seorang model berada satu jengkal didepannya, bahkan si cantik itu hanya mengenakan celana pendek ketat yang pendeknya lebih pendek dari celana sepak bola?

Hari itu friends, gue melihatnya dengan tidak berkedip disuatu restorant cepat saji (McD). Beruntung, bola mata gue tidak jadi menggelinding keluar saat melihat cantiknya dalam jarak dekat. Dan lidah gue pun masih tertahan untuk menjulur-julur keluar bak seekor anjing puddle.
Dalam keadaan seperti ini, gue langsung memeriksa resleting, apakah masih dalam keadaan normal. wkwkwkwkwk :p

Cacing-cacing diperut gue terasa menggelinjang disekitar lambung, seperti baru saja tersiram aspal panas. Sedangkan kedua tangan gue mendadak masuk kantong, meremas seceng-seceng lecek karena kegemesan. Ginjal gue seperti mau meledak. Sumpah Roy, Boy, Coy, cewek ini cantik bukan kepalang. Bulu matanya yang lentik ketika berkedip, seperti ayunan tongkat sihir Harry Potter yang merubah idung gue menjadi kodok. Seketika itu juga, gue langsung mimisan. ;)

"Bagaimana kalau kita mengajaknya berkenalan?" Begitu kata si 'pembisik' iseng yang ngegelitikin telinga gue. KAMPRET! Kalo urusannya uda ngadepin cewek tinggi, cantik, model pula seperti ini, itu sama saja mengajak gue berkaca 77 kali. 'Nggak maybe!'

Tetapi si 'Ledom satu ini masih tetap berdiri didepan gue. Tidak sedetikpun pandangan gue lepas dari lihai bentuk kakinya yang sempurna. Betisnya, pahanya, jari-jarinya.. Nyamuk pun pasti masuk neraka jika coba-coba nemplok.

Friends, jika harus mengantri dalam situasi seperti ini, gue rela berdiri 7 jam sekalipun. Ini gila friends! Sesekali dia terlihat gelisah karena antri-nya yang lama, lalu melihat kesana kemari, termasuk melihat kelinci imut yang dari tadi uda ngompol di belakangnya. Jika Tuhan punya nomor telepon nih, itu pasti gue uda nge-sms Dia untuk nanya, "Tuhan, jangan bilang kalo wanita didepan saya ini adalah takdir???"

krik krik krik..

Tiba-tiba tenggorokan gue gatel dan, "UHUK Haii..!"
Si model merasa mendengar lalu berlagak menggeser poni-nya yang jatuh dan menggantungkannya ke sela-sela telinga. Attitude yang jenius.
Bagaimana ini? Apa langsung gue gigit lehernya aja dari belakang gitu? Atau mungkin gue selengkat aja kakinya pake sepatu bola? Oh, mungkin me'meong-meong' di sela-sela keteknya lebih akurat????!
Kampreeeeeeeeeeeeeeeet!
Sumpah, ini adalah keberuntungan yang setara nilainya dengan menang Lotere. Tidak boleh di sia-siakan, tapi bingung harus bagaimana. GALAU GALAU GALAU!

"Chicken McD 1, satu.. Pepsi-nya yang middle, no ice." Begitu katanya kepada kasir. Gue tetap berdiri dibelakangnya, dengan setia menunggu pesanannya selesai sambil baca-baca do'a.
Tiba-tiba,

"Silahkan mas, ada yang bisa dibantu?" Salah seorang pegawai McD menyapa gue yang lagi membayangkan bagaimana suara si model ini ketika sedang baru bangun tidur. "Beb, beb.. thanks ya semalem! Kamu awesome banget." Gituuuuu.. Wakakakaakk.

"EH, IYA MAS?" Tanya gue yang baru siuman dari lamunan jorok.

"Pesan apa, mas?" Tanya balik si pegawai McD.
Kalo ditebak, rupanya si model sedang menunggu pesanannya selesai. Gerak-geriknya yang tidak sabar, langsung gue rekam di otak, agar bisa menjadi bekal kala nanti gue misalnya gue teringat untuk pipis. GOBLOK ABIS! Hahahahahahhahaha.

"Oh..
Chicken McD 1, satu.. Pepsi-nya yang middle, no ice!" Jawab gue.

Wah, pesanan yang gue pesan sengaja gue sama-sama'in sama si model dengan maksud, setidaknya dia sedikit menoleh ke gue saat mendengar pesanan gue. Lalu,

"kALAU SAYA TIDAK SALAH, MBAK ITU TITIK KAMAL YA?" Tanya gue, berpura-pura norak pada si model satu ini. Ini nekat namanya my friends!

"APA??? TITI KAMAL?
BUKAN. :)" Begitu katanya.

"AH, MASA?
JANGAN MERENDAH GITU, MBAK. HEHEHE." Ujar gue sambil mendekat ke arah matanya.

"EMANG MIRIP YA?" Tanya-nya.

"Yaaaa, cuma ada dua kemungkinan.
Kalau embak bukan Titi kamal, ya berarti embak lebih cantik dari Titi Kamal." Jawab gue sambil menatap matanya dengan sedikit menitip senyum-senyum kecil lewat sorot mata.
Gue lihat senyumnya tetap anggun. Tidak terlihat grogi sedikitpun. Rupanya ia sangat pandai menutupi rasa geli dihatinya. hehehehe.
Mungkin, sesampainya dirumah nanti, dia bakal ketawa cekikikan sambil memeluk bantal. Wkwkwkwkwkwk.

"Silahkan, Mbak." Kata si pegawai McD sambil menyerahkan pesanan si Model tadi.
Si Model langsung mengambil makanannya, dan tersenyum ke arah gue. Lalu ia mengarahkan langkahnya untuk mengambil sedotan dan saos sambal yang berada 3 meter disebelah kiri gue. "Duluan yaaa." Ujarnya.

"Boleh kenalan?" Tembak gue langsung tepat di jidatnya. Seketika dia tergeletak sambil menggelinjang dan mengacak-acak rambutnya yang terkuncir rapih.. Wakakakakak. Ga gitu sih. Lebay. Dia cuma langsung bilang,
"Oh. Boleh, boleh." Katanya sambil mengulurkan tangan.

"Christian. Christian Sugiono. Hehehehe.." Cetus gue sambil menjabat tangannya.

"Hahahahaha. Ngarep!
Titi Kamal secara ya Booo....
Bisa aja lho. hehehe.
Gue, Indah." Jawabnya sambil ketawa-ketiwi ga karuan. Ternyata namanya Indah. Sesuai betul dengan paras mutlaknya. Melihatnya tertawa seperti ini, atas kepala gue mengeluarkan asap. Seperti kesetrum kabel kulkas. Gokil! Ditambah lagi, lagu Tompi "menghujam jantung" terputar tiba-tiba di McD. Seperti sepakat terhadap rasa yang lagi gue derita. Wakakakakakakkakkakakak.

Lalu tanpa basa basi, gue tembak lagi dia : "Nomor lo masih yang lama?"

"HAH?" Indah bingung.

"Ohh.. berarti baru ya?!
Pantesan. Kalo gitu, brapa? hehehe." Tanggap gue, iseng minta ampun.

"HAHAHAHHAHAHHA.
SUMPAH, ANEH. BILANG AJA MINTA NOMOR GUE.
GOMBAL YA BOOOOO..." Begitu katanya.

1 jam kemudian :

"Indah, terima kasih telah ramah di pagi-pagi buta.
Salam.
- Christian Sugiono 'abal-abal'. :)" Begitu kata gue ke dia, via sms.



(Selanjutnya terserah anda, karena sekali lagi, ini fiktif belaka. Wakakakakakakkaak)


...Z, cabs!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar