Minggu, 14 Juni 2009

Sebenarnya, gerombolan aksara sudah tidak sabar untuk menari-nari
sampai mereka sudah berancang-ancang difikiranku
dan mengancam jari jemariku
seakan berkata, jika aku tidak menulis, maka inspirasi akan meledak di arteri dan vena sehingga cinta yang kuanggap menara, bisa berubah menjadi puing-puing

tapi entah mengapa,
sementara ini mata telah menjadi subtitusi
kedua bolanya asyik melempar 26 karakter impresif tanpa verbal
sehingga rekan didekatnya cuma bisa me-nganga ria

ah, aku memang rindu menulis
terlebih lagi sang penulis
sekarang biarlah puisi ini di anggap murah
yang penting khan aku tidak menjualnya
ya sudah..
menarilah lagi laskar aksara
lagi dan lagi selagi hati yang jadi kendali


1 Maret 2009,
di Kursi Imajinasi..

Zarry Hendrik seperti biasa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar