dulu. waktu gue masih kecil, gue pengen jadi insinyur. bukan gara-gara kebanyakan nonton “Si Doel Anak Sekolahan”, tapi emang karena waktu gue SD, walikelas gue nanya, “siapa yang mau jadi insinyur, hayoooo?” terus gue tunjuk tangan deh. sejak itu, “insinyur” dicatat sebagai cita-cita pertama gue.
Ronaldo sedang booming waktu itu. siapa yang ga tau dia. tukang sayur di cibadak juga tau, siapa pemain sepak bola asal brazil itu. bahkan adek gue yang waktu itu masih 4 tahun aja, bilang ke nyokap gue.” mah, beliin ronaldo! beliin!!!!!”
ketenaran ronaldo menjadi inspirassi gue. juga skillnya bermain bola. ia begitu piawai mencetak gol. akhirnya, gue jatuh hati sama sepak bola. gue jadi suka main bola. bahkan setiap ronaldo main bola, gue ga pernah absen duduk depan tv, and semena-mena nguasain remote. gue main bola dimana aja. siapa pun yang ngajak main bola, gue ayo. sepak bola seperti udah ngalir bareng darah gue. olah raga yang tidak pernah membosankan menurut gue. nah, akibat hobi gue itu, n gue sering banget main bola n nonton bola, akhirnya gue jadi bisa main bola. malah jago. (pede nomor 4).
dari komplek ke komplek, kampung ke kampung, nama gue mulai di kenal. jelas, dikenal apik bermain sepak bola. hehhee..
karena gue uda dipandang mantap dibidang sepak bola, akhirnya gue berikrar, kalo uda besar nanti, gue mau jadi pemain sepak bola! gue mau terkenal. gue mau masuk koran bola. gue mau nge-goal’in. gue mau nendang pinalti. gue mau pacaran sama model. dan gue mau gaprak kakinya orang afrika. hahaha. prinsip ini terus berjalan sampai gue kelas 2 SMP. malahan sampe sekarang, prinsip ini sering muncul kembali. dan nikmat untuk dikenang. sejak itu, menjadi pemain sepak bola adalah pertama kalinya gue memikirkan masa depan.
masa SMA, muncul berbagai macam impian. dari yang masuk akal, sampe yang ga masuk akal. cita-cita gue banyak. setiap orang nanya, “zar, cita-cita lo apa?” pasti gue jawabnya, “BANYAK!”
gue mau jadi supir pribadi presiden. gue mau jadi dokter kandungan. gue mau jadi jet li. gue mau jadi pemain bulu tangkis. gue mau jadi pemanjat pohon. gue mau jadi pelari. gue mau jadi pelukis. gue mau jadi pendeta. gue mau jadi artis. gue mau jadi ayah yang baik. gue mau jadi ronaldo lagi. gue mau jadi pengacara. gue mau jadi suaminya titi kamal. gue mau nonjok christian sugiono, and gue nyubit pipinya sherina. gue mau jadi anak band. gue mau jadi bassist. gue juga mau nyanyi. gue mau jadi guru olah raga. gue mau jadi guru bahasa indonesia. gue mau jadi penyair. gue mau punya hotel. gue mau bangun restoran. gue mau jadi menteri luar negeri. gue mau jadi koki. gue mau punya empat anak. gue mau pinter, gue mau cerdas, gue mau beruntung, gue mau sukses. banyaaaaaaaaaaak banget. hahahahaha…
masih banyak lagi cita-cita gue. kalo gue tulis, bisa keriting jari gue. masalahnya, jari kan ga bisa di rebounding?! jadi gue sudahi aneka ragam mimpi gue itu.
kalo kita baca buku novel “sang pemimpi”, ada kalimat yang mengatakan bahwa, “orang seperti kita ini kalau tidak punya mimpi, tidak akan bisa hidup.” setuju lah pokoknya dengan kalimat itu.
punya mimpi. punya masa depan. rancangan Tuhan adalah bukan rancangan kecelakaan.
sampe se-tua ini, 21 tahun berdikari di belantika mimpi, di belantika doa.. gue uda punya tujuan hidup. profesi dambaan kelak, dan cita-cita yang maha dasyat udah tinggal di dalem hati gue. selama gue masih punya hati, mimpi itu masih tetep tinggal. kalo gue ga punya hati, ya mati lah.. apa lagi????
nanti, adalah ketika dimana gue akan mengenang tulisan ini sambil senyum-senyum sendiri.
jadi buat temen-temen sekalian. apa tujuan hidup lo?
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar