Minggu, 14 Juni 2009

Stagnasi

Satu kali lagi kau membuatku seduktif
mataku jadi ingin berenang-renang
atau mungkin meroket kesana
tapi jika tidak bisa, aku ingin menyusuri lurus rel kereta saja
menapak-napaki terus isi otakmu yang aktif

tapi aku menjadi abortif
ketika aku menginjak ranjau additif
yang tersembunyi dibalik rerumputanmu yang restif
ah, sekali lagi
kau memang pintar kawan

untung aku agak festif
jadi jika aku merasa stagnasi
aku tetap mengangkat gelas
karena isi hatimu tidak aversif
kepada mimpiku yang mirip ascetis

mari bersulang!
untuk kemisteriusan kita yang brilliant


*untuk kepandaiannya

Senin, 19 Januari 2009
Di kursi penuh imajinatif

Zarry Hendrik

Tidak ada komentar:

Posting Komentar