Satu kali lagi kau membuatku seduktif
mataku jadi ingin berenang-renang
atau mungkin meroket kesana
tapi jika tidak bisa, aku ingin menyusuri lurus rel kereta saja
menapak-napaki terus isi otakmu yang aktif
tapi aku menjadi abortif
ketika aku menginjak ranjau additif
yang tersembunyi dibalik rerumputanmu yang restif
ah, sekali lagi
kau memang pintar kawan
untung aku agak festif
jadi jika aku merasa stagnasi
aku tetap mengangkat gelas
karena isi hatimu tidak aversif
kepada mimpiku yang mirip ascetis
mari bersulang!
untuk kemisteriusan kita yang brilliant
*untuk kepandaiannya
Senin, 19 Januari 2009
Di kursi penuh imajinatif
Zarry Hendrik
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar