Minggu, 14 Juni 2009

Cinta

karena fakta ini, aku lebih suka mengira bahwa cinta adalah sebuah ketidakmenentuan.

kau menggenggam tangannya memberi harapan tetapi dalam waktu yang bersamaan, aku menunggu mu dengan sebutir kepastian?
aku itu seperti artefak yang kau poles dengan braso
yang hanya sebuah bukti historikal penuh arti kehidupan
tetapi tidak mungkin bisa menjadi emas untuk kau kenakan di pesta perayaan

ya.
teruji memang.
cintamu memang besar dan berkelas
begitu kuat dan tak tergoyahkan air pasang
ya ya ya..
sampai-sampai kau bisa mengkelas-kelaskan seberapa besar cinta-cinta yang meminta senyummu dan kau juga mahir menggoyahkan harapan satu orang yang sudah lama bertelut menunggu wujudmu

aku masih yakin bahwa cinta adalah bukan dengan menjatuhkan tubuhmu dari ketinggian
tetapi cinta adalah merendahkan hatimu dari sombongnya pikiran
dan aku masih juga setuju,
bahwa cinta butuh nyali dan keberanian

cinta adalah pengampunan yang terdalam
dan karena cinta, aku bisa tergopoh-gopoh datang meminta maaf dengan penuh penyesalan
mungkin karena itu pula, cinta tidak sekedar hitungan
tetapi lebih mirip angka satu yang tak terduakan

bagimana dengan fakta ini?
masakan ego ku ingin berpaling dan kau mati-matian mengukur-ukur cinta dengan keraguan?
cinta yang ada padamu melihat kiri dan kanan..
sedangkan aku terus berusaha mengawinkan perbedaan..

karena fakta ini, aku gemar mengatakannya dengan subjektivitas murni..
yaitu cinta adalah klise tidak karuan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar