perayaan paskah kemaren , gue nekat ma anak2 menembus peta hingga sampai pantai pelabuhan ratu.
rada gila sii memang. mending klo rencana nya dari rumah sampe sana terus nginep dihotel berbintang,
berendem aer panas, bangun2 minum teh, abis itu dipijit neng geulis sambil liat bule memanggang badannya yang aduhai..
lahh ini,,
naek motor ber-enam, 3 motor.
berangkat jam 11malam-pulang jam5pagi.
lalu begini lah awal dari penderitaan yang mengasyikan.
10 kilometer pertama, gue seperti sudah mendengar ombak.. padahal baru nyampe cibubur.
suasana hati begitu semangat. sesekali gue bercanda sama kawan yang sekaligus navigator setia gue, dicko harry mukti wibowo.
"ko, jangan tidur.. udah mau sampe!"
sapa gue yang kuatir dia tiba2 menghilang ditelan angin.
raymond ditemani david berada disisi kanan gue bersama megapro kebanggaannya.
berlagak seperti anak-anak brotherhood yang konvoi keliling pulau jawa walau sebenarnya lebih mirip genderuwo baru belajar motor.
lalu dibelakang gue, akun bersama koko yang keliatan seperti kangguru dan anaknya yang lagi naik bom-bom car.
perjalanan mulai terasa jauh dan memuakkan. berusaha berpikir positif, gue mencoba menganggap bahwa debu-debu yang gue hirup sepanjang jalan mengandung caffeine yang tidak menyebabkan kantuk.
tiba-tiba pas sampai bogor, ada razia.
"santai, tenang, kita semua lengkap!"
sapa gue terhadap diri yang parno ini.
"malam pak, tolong surat-suratnya!"
tegur pak polisi, sopan.
"razia ya pak?" tanya dicko yang lebih panik dari gue.
mencoba membantali pertanyaan dicko yang ‘pintar itu’, gue nyeletuk.. "oh, razia pak. saya kira ada syuting film setan gituu.. soalnya banyak lampu-lampu."
singkat cerita, razia berhasil dilewati dengan lancar gara2 STNK dicko yang mati, terlindungi oleh kartu anggota sang ayah. hahaha, polisi pengecut!
kalo gue jadi polisi itu, gue bakal bilang gini, "maaf pak. STNK anda sudah tidak berlaku. jadi, mohon maaf.. silahkan lanjutkan perjalanan anda dengan hati-hati dan tanpa kantuk! mariii.."
kabut mulai menebal.
???
ohh, ternyata itu bukan kabut. itu debu akibat puluhan truk pengangkut paku bumi yang jalannya kayak bekicot lagi menstruasi. sial!
menyalip truk2 itu, sama aja bertaruh nyawa. apalagi, kondisi jalannya hampir sama kayak remaja yang jarang cuci muka.
posisi gue paling depan.
dalam situasi ini, gue sangat tidak sabaran. maklum, alergi debu.:p
akhirnya, dengan gagah berani dan dengan ketampanan yang luar biasa, gue berhasil melewati puluhan truk itu tanpa ampun. gue kebut suzuki satria yang gue gas dengan birahi supaya bisa meninggalkan truk-truk itu hingga jalan terasa tenang.
gue sempet mikir gitu, yang ngangkutin n nurunin paku bumi-paku bumi itu dari truk, siapa yee? secara, paku bumi.
100 ade rai juga bakal kondor kalo ngangkatin gituan. \tapi bodo ahh. gue ga mau banyak mikir!
mungkin aja, paku bumi itu dibikinnya diatas truk, trus nuruninnya didorong pake traktor. logic dong!
keenakan ngebut, 2 motor raymond n akun
ga kliatan. berpikir, mereka ketinggalan
sangat jauh, akhirnya gue bersantai di
warung kopi.
hati kotor gue berkata, jangan2 mereka
berempat sudah rata dengan aspal?!?!?!??
ohhh Tuhan, lindungi mereka dengan adil!
baru asik ngegoda’in embak2 yang jaga, eh mereka uda dateng. feeling gue agak meleset.
akun cuma jatuh ringan gara-gara lubang yang lupa di benerin PEMDA setempat.
raymond, nyaris terlindas oleh truk yang arahnya berlawanan.
lama bercerita, kita lanjutkan perjalanan dengan binal!
thanks God, akhirnya gue bisa membaca plang yang bertuliskan, "pelabuhan ratu, kanan!"
pas disitu, dicko lagi seru-serunya nyerita’in ilmu hitam temannya yang katanya sakti.
"sssttt, udah ahh ceritanya! daerah sini udah rawan!" kata dicko, sambil memeluk gue erat.:p
"knapa ko, lo takut nyi blorong denger yee? hahahahahaha!" sambung gue.
"bego, jaket lo ijo. nah lo!" tegur dicko, serius.
tiba-tiba gue mencipok bau-bau aneh.
seperti bau melati, bau sampah, bau debu, dan bau tanah. (halah, kayak tau aja bau tanah tu kayak gimana).
bau itu jelas mengganggu indera pencipokan gue.
bau yang paling nyanterrr adalah bau bunga melati.
serius gue..
tapi semakin lama nyanter, bau itu semakin mengarah ke wangi sesajen.
pikir gue, jangan-jangan itu adalah wangi parfum gue yang udah kadarluarsa.
tapi ternyata bukan.
aneh..
praktis, bulu ketek gue merinding.
seperti ada yang mau menghampiri gue dari atas pohon, kemudian menerkam gue dengan lidah yang menjulur keluar.
hiiiiii!
ga bener nii suasana.
akhirnya gue menancap gas dengan tanpa iba sedikitpun.
kalau memang ratu pantai selatan menghadang gue didepan, biar gue tabrak dengan kecepatan tinggi!
toh, ga mungkin juga kan dia bisa mati gara-gara ditabrak motor.(pikir gue, sempit).
lama ngebut, jalanan mulai berlubang.
"apa jalan yang rusak ini sengaja dibiarkan oleh pemerintah untuk memancing supaya wisatawan kapok?"
tanya gue dalam hati.
lalu gue mengurangi kecepatan.
dengan asumsi, ratu pantai selatan itu ga mungkin bisa mengejar motor 2-tak ini dengan kereta kuda yang kuno.
wangi aneh itu pun telah lenyap.
yang gue lihat hanya kabut tebal yang dari tadi iseng ngetes jarak pandang gue. ck!
tapi dalam hati gue berkata, "amaaaan!"
sayangnya, laju motor yang gue tunggangi terlalu cepat, sampai-sampai 4 rekan tour gue itu jauh tertinggal. seketika, gue memelan.
"kemana yaa tu mereka."
gue mencoba menunggu dengan laju kecepatan 10km/jam.
rada sama cepetnya kayak kecepatan sepeda balita roda tiga, yang digenjot sekuat tenaga.
tapi mereka belum muncul juga.
pengen berhenti, kuatir terlalu membuka harapan buat rampok.
gue tetep jalan santai.
jangan sampe aja terjadi hal-hal yang tidak terlalu diharapkan, terjadi pada mereka.
misalnya:
ditengah perjalanan, tiba-tiba mereka nemu dompet yang terjatuh ditengah jalan yang isinya jutaan rupiah. karena kaget dan grogi melihat uang sebanyak itu, akhirnya mereka menghamburkannya ditempat prostitusi terdekat. dan tanpa mengajak gue!!! (penting gitu??)
atau mungkin salah satu dari mereka motornya mogok. karena frustasi dengan kondisi jalanan yang gelap gulita dan motor yang tak kunjung hidup, akhirnya mereka mabok bensin hingga menjatuhkan diri bersama ke jurang. tapi, bisa juga mereka dicegat rombongan perampok. pas perampok mencoba merampas harta mereka yang minim, ratu pantai selatan datang menolong bagaikan panji manusia milenium. dan sebagai tanda terima kasih, mereka rela dijadikan berondong, dan hidup didasar laut. selamanya.
(halah, mulai ngawur..)
tapi mungkin, pemikiran gue yang ini lebih tajam dan realistis. jadi…., mereka menganggap bahwasanya gue tertinggal jauh dibelakang. karena pikirnya gue lama muncul, akhirnya mereka putar balik demi keselamatan gue dan berusaha mencari gue keseluruh penjuru desa.
begooooo!!!
lama merenungkan beberapa hal itu, sekonyong-konyong mereka muncul.
pemikiran gue salah. mereka sempet marah-marah gitu ke gue, karena gue jalannya ga santai dan ugal-ugalan. mencoba lebih dewasa, akhirnya gue memposisikan diri paling belakang, lalu melaju dengan kompromi.
ngeeeeeeeeng!(bunyi motor gue yang hampir kena reumatik).
sekonyong-konyong, suasana berubah drastis.
alam terasa bersahabat.
daun-daun hijau menari karena tertiup angin.
kabut yang tebal pun terangkat ke awan.
pas gue buka helm, gue merasakan kesejukan yang begitu luar biasa.
wooow..
capeknya pun juga luar biasa.
di situasi yang sendu ini, kawan-kawan gue malah terlihat ’sakit’.
david terlihat mengangkat kedua tangannya, mencoba meraba alam sekitar sambil berkata, "peace we along day.." kata itu seperti mantra untuk membisiki angin agar mengantarkan kita ke tempat tujuan.
(semoga dia menyesali perbuatanannya).
raymond, aneh. dia menggerak-gerakkan pantatnya sendiri seperti memperagakkan suatu tragedi yang terjadi di pantatnya itu. mungkin dipantatnya sedang ada pertempuran dasyat antara kentut dan kuman. karena supporter pendukung kuman rusuh, akhirnya raymond bertindak tegas ala pasukan anti huru-hara dengan cara menggesek-gesekkan pantatnya pada jok motor.
kalo akun, lain. pandangan kosongnya memperkuat dugaan gue kalo sebentar lagi dia bakal bilang, "pulang yuk!"
koko, yang diboncengnya juga cuma terlihat netral sambil menyesali perbuatannya, yaitu "ikutan dalam perjalanan bodoh ini."
kalo dicko, masih berdebat sama gue perihal 2 pilihan penting. **melepas jaket hijau atau mati.**
gila aja, dinginnya seanjing-anjing, kok gue disuruh lepas jaket? mati sambil mendesah gara-gara kedinginan kan ga lucu! gue tetep kekeh..
"entar aje ko, kalo ombaknya gue lihat rada gede baru gue lepas jaketnya!" bagaikan perantau dari bekasi (bekasi???), kita teruskan perjalanan tanpa kuatir. di hati kita cuma ada satu kalimat, "selamat datang di pelabuhan ratu". dan kalimat itu yang kita jadikan pegangan hidup sementara.
cahaya lampu berwarna-warni ada didepan. tapi gue hanya bisa memandang dari kejauhan. seperti neon box besar, yang gue harapkan bertuliskan, "selamat datang di pantai pelabuhan ratu." wow, bahagianya kami. disaat-saat yang tidak mendebarkan seperti ini, tiba-tiba kita melihat pom bensin.
yaaa.. ternyata warna-warni itu cuma pom bensin. (arrrgghhh!)
oke, oke..
bersyukur kan?
iyaaa, gue bersyukur.
disitu gue bisa kencing sepuasnya, boker sepuasnya, dan bergumul sepuasnya. ya ya ya..bersyukur.
kita pun kesana.
gue mengisi bensin lagi hingga full.
di pinggir jalan akun, koko, raymond, dan david sedang berbangga dengan motornya yang irit sambil menunggu gue and dicko isi bensin. lalu disitu kita ngobrol sekilas tentang perjalanan tolol ini.
pada situasi itu, koko mengambil kesempatan untuk kencing. beda dengan yang lainnya, dia terlihat lebih comfort kalo kencing dibawah pohon yang ada dipinggir jalan sambil numpang-numpang. (dasar orang kota!)
khayalan gue, mungkin si koko berpikir kalo hantu kuntilanak lebih banyak ada di toilet pom bensin dari pada diatas pohon. makanya dia berspekulasi untuk kencing diatas pohon. mungkin pikiran orang modern yang takut setan, seperti itu. ck!
"setengah jam.
ya, zerry.. ya..
setengah jam lagi kita bisa melihat pantai pelabuhan ratu.
kerahkan seluruh kekuatanmu untuk mencapai pelabuhan ratu.
semangat!" sapa gue terhadap diri sendiri.
kan pas ngisi bensin tadi, gue sempet nanya sama pegawai pom bensinnya, kira-kira berapa menit lagi sampe pelabuhan ratu. katanya pada gue dengan yakin, "setengah jam." berarti, sebentar lagi.
yaa.. sebentar lagi. setengah jam itu kan sebentar.
horeeeee, sebentar lagi kita ke pantai pelabuhan ratu. asik asik asik…:-)
keceriaan gue lahir.
cerianya bagaikan anak kecil yang baru pertama kali ke ancol.
gue membayangkan pasir, desir ombak, penjaga warung, dan penyewa tiker.
ga sabar pula, bikin istana dari pasir, yang disampingnya ada tekstur luna maya pake bikini.
tentu tidak lupa, membuat 2 gunung yang tinggi tepat di dadanya. hahahahaha.
senangnya pagi ini.:-D
waktu kian berjalan.
gue mulai meresapi detik-detik terakhir perjumpaan gue dengan pantai pelabuhan ratu.
hihihi, jadi grogi.
"lho, mana? mana? mana ko pantainya?
kita ga salah jalan kan?"
ini udah setengah jam lebih, tapi kok pantainya ga keliatan.
gue sempet berpikir lagi, jangan-jangan pantai pelabuhan ratu ternyata cuma khalayan belaka.
pom bensin tadi pun cuma mimpi.
"bangun zer, bangun! kita cuma dikelabui peta pulau jawa versi bajakan!"
tapi gue belom menyerah.
mungkin aja, pantai pelabuhan ratu uda ganti nama menjadi pantai pelabuhan ‘duo maia.’ dan salahnya, kita tidak melihat pantai duo maia itu karena ketutupan jenggot ahmad dani yang gimbal.
mungkin aja. mungkin kan? gue terus nge’renungin hal itu bermenit-menit. terus merenung dan meremas otak.
"apa iya, pegawai pom bensin itu berbohong demi menghidupi keluarganya?
enggak kan zer, enggak??"
ternyata dan ternyata, renungan gue itu membuahkan hasil. yaitu, berhasil membuang waktu gue untuk menyesali perjalanan ini. saat gue tengok kearah kiri, itulah pantai pelabuhan ratu yang gue idam-idamkan beberapa jam yang lalu.
pantai pelabuhan ratu.
tanpa pingkan, tanpa mulan, tanpa maia, juga tanpa dhani.
pure, pantai pelabuhan ratu.
begitu indahnya…. woow..
(sayangnya ga ada penjaga pantai seperti di serial ‘baywatch’).
tepat pukul 3 pagi, kita sampai.
gue sempet berencana balik ke pom bensin itu untuk memberitahu suatu fakta kepada pegawainya, bahwa perjalanan dari pom bensin itu ke pantai pelabuhan ratu ternyata memakan waktu 1 jam, bukan setengah jam. tapi gue tunda niat itu, karena leher gue rasanya udah seperti gagal mati gantung diri.
(krueteeekk kruueeteeeekkk).
ya!
warung kopi dipinggir pantai adalah pilihan tepat sebagai tempat meregangkan otot.
mata gue menunjuk kesana.
begitu juga anak-anak yang lain.
tanpa ragu, kita kesana.
lontong, gorengan, dan kacang kulit yang terpampang langsung gue santap tanpa ragu pula.
udah asik ngunyah, gue terdiam.
meniup kopi panas, sambil memandang pantai ternyata moment yang lumayan syahdu.
semyum gue melebar. (padahal ga tau, apa juga yang disenyumin).
tapi bawaannya mau senyuuuuuummm,aja.
desiran ombak kayak sengaja ngelawak gitu khusus buat kedatangan gue.
tanpa basa-basi, gue mencoba menyapa ombak itu.
menghampirinya dengan langkah perlahan.
ketika dekat, gue berlutut diatas pasir lembab, lalu berdoa terus amin!
"wise man said, only fool rush in.. but I cant help fallin in love with you!"
gue sempet nyanyi itu sambil senyum-senyum sendiri.
kenapa yaa?
capek berlutut, terus gue menyilakan kaki gue.
gue nyanyi-nyanyi lagu kesukaan gue sekaligus tutup mata.
dari situ gue menemukan bakat gue yang baru, yaitu bisa menyanyi dipinggir pantai tanpa melihat.
gokil!!!
capek nyanyi, gue diem.
mata gue memandang jauh kedepan, lalu berkata, "how great is Our God!"
kedua tangan gue juga iseng meremas pasir.
"cintanya Tuhan, melebihi banyaknya butiran pasir laut.
dan pengampunan-Nya, adalah bagian dari pasir yang tak terhitung itu."
(kalimat yang gue tangkap saat menggenggam pasir).
tapi lagi asik-asik menyiram rohani sendiri, raymond and diko dateng ngisengin.
bosen gue, cara mereka ngagetin gue itu-itu melulu.
paling "DOOOORRR!!!" doang. ck! ganggu aja.
david and koko malah lagi asik main air laut sampe basah kuyup.
akun, celingak-celinguk kayak nyari cewek yang dateng dari dasar laut.
bicara soal jaket gue yang warna ijo itu, tentu gue telah melepasnya.
yaaa, itung-itung menghormati budaya yang dianut dicko. hahahahahaha,,:-D
gue iseng lagi.
kali ini, gue iseng nutup mata dan konsentrasi pada suara ombak.
suaranya khas.
kalo pake gitar, kayaknya sedap diiringi pake kunci C#Minor7. (sok tau!)
kian lama, suara ombak itu mengeras tapi ga ada feed back. (yaiyaaalah!)
lalu terpikirlah tsunami.
praktis, gue melek.
ternyata, pantai tidak surut jauh ketengah.
berarti aman.
mata gue tutup lagi.
disitu gue menangkap suatu amanat bahwa lagu ada band itu liriknya berat.
"walau badai menghadang, cintaku kan slalu bla,,bla,,bla,,………"
aje gile, suara ombak aje ngeri, apalagi badai beneran. hahahaha:p
semoga ada band tidak nge-gombal.
sepanjang kebodohan kita, sebenarnya ada satu alasan mengapa kita layak disebut "enam pria sakit jiwa."
kepelabuhan ratu, pergi jam 11 malam, tapi pulang jam 5 pagi.
"hello guys, bego ga tuu??"
paskah.
itu alasannya kenapa kita tidak mencari penginapan lalu istirahat.
jam 9 pagi, gue, raymond, akun dan david harus ibadah paskah.
dicko dan koko yang muslim ga mungkin juga nginep berdua disitu lalu membiarkan kita pulang untuk ibadah, lalu balik lagi menjemput mereka.
mau ga mau dong, mereka harus mengerti kondisi ini.
dan memang mereka bisa mengerti.
duuh, begitu indahnya persatuan tanpa memandang perbedaan. (ce’elah):-).
fiyuuuuuhhhh……
apa mau dikata, waktu ga bisa berhenti.
kita harus bergegas pulang.
2 jam di pelabuhan ratu, lumayanlah.
anggep aja kita survei tempat yang ga bakal kita kunjungi lagi dengan cara pulang pergi naek motor.
yaa, anggep aja gitu!
start, jam 5 pagi tepat.
jaket ijo buluk itu jelas gue pake lagi.
kalo emang ratu pantai selatan ngikutin, itu emang dia aja yang kelewat ganjen! hehehe,,
orang dateng kesana sopan kok, gak tepe-tepe.
david and koko malah pusing dengan pasir laut yang ngegelitikin selangkangannya yang lembab karena air laut.
siapa suruh juga main di pantai pagi-pagi buta, ga bawa celana ganti.
begitulah resiko orang yang kekanak-kanakan.
gigi tiga pertama, gue menarik nafas dalam-dalam.
mencoba mengisi tenaga ala dragonball demi perjalanan jauh ini.
demi paskah pula.
"semangat!!!!!!!!!"
tidak melihat sunrise muncul dipantai cukup gue sesali.
tapi tidak ibadah paskah, lebih gue sesali.
langit mulai membiru kayak digebukin satu kampung.
udara yang lebih dingin ga gue pikirin.
yang penting oksigen masih bisa gue hirup.
sempet kebayang ga sii kalo oksigen itu langka?
iye, mati lah kita!
bersyukur deh, kalo Tuhan kita itu ga pelit sama oksigen. hehehehe.
laju gue semakin cepat seiring terangnya dunia ini.
bukannya ga mikirin ke-empat kawan gue dibelakang, tapi gue yakin kalo saling menunggu tidak tepat dalam situasi ini.
yang penting mereka tau jalan pulang, dan jarak gue didepan ga jauh-jauh amat dari mereka.
pikir gue waktu itu, sempit.
perjalanan ini memberikan gue banyak insprassi.
nekat, aneh, bego, tapi lucu juga. hahahaha.
sumpah, gue bakal kangen sama pantai itu.
dari perjalanan singkat, padat, merayap ini pun gue menampung jutaan makna dan tanya (sadis, jutaan..), yang diantaranya:
*) kalo dua, tiga, empat, lima orang bilang "ayo", dan satu orang bilang "berangkat".. kita ga pernah tau setan bilang apa.
*) bisa jadi juga, truk paku bumi itu kepunyaan ‘mak erot. secara panjang banget truknya.
hahahaha, gila. kebayang ga sii ‘mak erot ngurutin truk????
*) didunia ini, banyak yang tak terhitung.
seperti jumlah butiran pasir laut, jumlah hewan yang ada dilaut, jumlah debu yang terhirup, juga seberapa besar kuasa cinta.
*) gue juga bertanya-tanya, apakah ratu pantai selatan pernah ke bikini bottom??
apa sponge bob pacarnya?? taklukkah dia pada jack sparrow??? cantik mana sama titi kamal?? dan sebagainya..
*) dan mungkin ini bagus buat makna terakhir..
"hati-hati dijalan, awas licin berlubang."
hmmmm…
melelahkan.
oya, gue lupa gimana kita sampe.
singkat cerita nii pokoknya, kita berenam sampai dengan bernyawa.
raymond dengan navi nya, david menduduki posisi pertama.
mereka sampai tepat pukul setengah 9 pagi karena handphone-nya yang ga aktif. kenapa gitu?
gue and dicko yang harusnya sampe jam 8, tertunda karena harus putar balik nyusulin akun n koko yang kecelakaan pas dideket-deket sukabumi.
koko memar di kaki, akun 7 jahitan di dagu.
kita sampe rumah jam 10.
gue n akun sampe gereja jam setengah 11, tepat pas ibadah selesai.
david malah ga bisa tidur.
dicko mimpi indah.
koko lupa mandi.
tapi sehari kemudian, kita semua sehat semangat.
akhir kisah ini, adalah awal kisah nanti.
kawanku, sampai jumpa.
peluk, kecup, cium, cupank, ….
*mmmmmuuuuuuaaaaaaaaaaaaaaahhhh!
-zerry
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar