Senin, 29 Juni 2009

Kelinci Masuk Club 2

Waktu di club, jumat malam tempo itu, tenggorokan gue terasa seret. Disatu sisi, gue lihat satu cewek sedang riang sempoyongan berjoged diatas meja sambil memegang gelas berisikan zat cair yang memabukkan. Ini namanya sambil menyelam, minum air, my friend.

Gue samperin tu cewek. Cara jalan gue, gue koboy-koboyin biar keren. Kalo dikantong gue ada sisir, pasti gue langsung nyisir sambil membasahi poni gue pake air liur. Tapi itu ga mungkin. Gue ga mau satu club mendadak muntah ngeliat gaya gue.
Cewek yang lagi joged-joged ini, untungnya cantik. Cuma kurang bisa mawas diri. Demi kebaikannya, gue berlagak :

"ENOUGH, BABE. ENOUGH!!!" Kata gue, sambil meraih gelas yang digenggamnya.
Tu cewek bengong, menatap gue melongo persis sapi pengen dipotong. Mungkin didalam hatinya yang terkontaminasi alkohol, dia berkata panik, "PAPA??? PAPA KOK DISINI???" Jadi serasa anak gadis satu-satunya, yang baru ketauan bokapnya sedang mabok-mabokan di club malam. Hihihihi...

"EH, LU SIAPA?" Kata si cewek yang matanya merem melek, ga kuat menahan efek radiasi alkohol yang mengguncang saraf-saraf sadarnya.

"KHAN.. KHAN.. KHAN.. KAMU MULAI LAGI.
GA CAPEK KAMU BABE, BERANTEM TERUS SAMA AKU CUMA GARA-GARA INI AJA?" Jawab gue.

Tu cewek mukanya langsung bengkok. "Helooooooow.. cowok gue bukan, kenal juga enggak, kok kelakuannya kayak kampret salah makan." Mungkin begitu jika gue gambarkan raut wajah herannya dengan kata-kata. Tapi...
"BALIKIN MINUMAN GUE!" Kata si cewek marah-marah.

Temen-temen satu mejanya ngeliatin gue semua. Seakan salah dikit kata-kata gue, gue pasti langsung jadi lontong rebus ditempat gara-gara digebukin mereka.
"EASY GUYS. DIA EMANG SELALU KAYAK GINI KALO UDA MABOK." Elak gue, ketakutan.

"UDAH BABE. ENOUGH.
KAMU UDA KEBANYAKAN MINUM. KAMU LUPA YA, 2 HARI SEKALI KAMU MESTI CHECK UP JANTUNG KAMU????" Kata-kata gue mulai ngawur.

"APA? DINDA? LO ADA PENYAKIT JANTUNG??" Kata salah seorang temannya yang juga mabuk.

"JANTUNG??? EH.. LO SIAPA SIH GUE GA KENAL???!
SINI MINUMAN GUE!!!!!!" Tanya geram si cewek cantik ini.

"UDAH BABE! KAMU MAUNYA APA SIH?
INI AKU AJA YANG MINUM!!!! GLEEEEEK GLEEEEK GLEEEK!" Kata gue sambil menenggak minuman yang ternyata segelas murni Vodka Absolute. Dalam hati gue yang norak, "lumayaaaan.. gratis. hihihihi."
"SEKARANG KAMU MAU PULANG SAMA AKU, ATAU MEREKA?" Kata gue.

"Diiin, uda.. lo ikut dia aja. Lo uda kelewat mabok deh hari ini." Kata salah seorang temennya lagi. Dalem hati gue langsung "YES. YES. YES!"

"Eeeeee... tapi serius deh. Gue ga kenal lo." Tanya si cantik lagi. Ia turun dari atas meja, dan mendekatkan matanya ke wajah gue.
Situasi ini adalah situasi gambling, my friend. Cuma ada 2 kemungkinan. Pulang bersama Dinda, atau digebukin satu club.
Gue langsung meraih telinganya, lalu membisikinya dengan woles dan mengelus pipinya..

"Ssssst.. ini cara kenalan paling fenomenal yang pernah aku lakuin. Berikan senyum ke temen-temen kamu sekarang, atau hari ini adalah hari terakhir aku hidup!" Kata gue menantangnya.

Singkat cerita :

Kita pulang bareng. ;)

cerita ini adalah fiktif belaka. tidak mungkin berhasil jika ditiru. hehehehe.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar