Minggu, 14 Juni 2009

Nyokap Tercinta (Part 1)

Hujan deras beserta angin-anginnya tidak menghalangi kemesraan antara aku dan pujaan hati ku.
Bulan mengintip adegan ini dengan tersipu-sipu.
aku tatap matanya. menyodorkan jari terkecilku. "Janji, kamu ga bakal ninggalin akuh lagi?" begitu kata ku.
Bulu matanya yang lentik membius hatiku kala dia berkedip.
matanya berubah berkaca-kaca.
"ho'oh!" katanya lembuuuuuuuut sekali. Aku menjadi tak kuasa memandang tetes-tetes hujan yang menimpa elok bibirnya yang tipis terbuka sedikit demi sedikit. Jantung ku berhenti. Ia menggigit bibirnya dan menatap mataku dalam.
Beberapa detik kita hanya terpaku oleh gairahnya tatap menatap sambil diguyur hujan.
Aku peluk dia. Meletakkan kepalanya di dada. Agar dia bisa merasakan degup-degup hati ini, dan agar aku juga bisa merasakan empuknya cinta.
tangannya merangkul punggungku. kuku-kuku jari tangannya meraihku.
"Sayang?" Sapaku lagi. Mulutku kudamparkan dirambutnya yang licin. Tak ku lihat seeokor kutu pun disana. Mataku memejam, menghayati.
"Apa, Zer?" Tanyanya dibalik isak. Perlahan kepalanya terangkat, mukanya menengadah ke atas, putih cemerlang mendekati hidungku. Seketika itu juga, aku bisa menghirup kecantikannya. Kulihat matanya berlinang air mata bahagia. Mungkin hujan deras ini adalah air matanya juga.
Sungguh, betapa indah memandangnya sedekat ini.
Kedua tanganku meraih masing-masing telinganya. Ku dekap dengan kasih sayang.
Ku rasakan jarinya meremas pinggangku.
Mulutku mendekat. Bergesekan dengan pipinya. ku belokkan..
bibirku menikung menyalip hidungnya yang mancung dan.......................................


"HEH, BANGUN!
COBA TOLONG KAMU ANTAR MAMA DULU KE ATM!"
Nyokap ngebangunin gue dengan jurus andalannya. Nyakar-nyakar telapak kaki gue.
Gue bangun sih. Tapi bangunnya sambil marah-marah. "MAH, GARA-GARA MAMA ZARRY JADI GA JADI NYIUM SANDRA DEWI!" Begitu teriak gue.
Nyokap malah ngebalikin. "Tadi malem kamu makan apa sih, kok bau gitu mulutnya!"

Dasar orang tua okem. Dia ga tau kali ya kalo orang baru bangun tidur mulutnya pasti beracun.

Gue bangun dengan menyesal.
Gara-gara nyokap gue kehilangan moment penting seumur hidup gue.

---

Di perjalanan.

Muka gue masih murung.
Masih ngerasa nyokap tega banget bangunin gue.
Apalagi gara-gara dia mimpi gue lenyap.

Si emas beracun, motor kesayangan gue berjalan santai menyusuri sudut-sudut jalan.
Siang itu tidak terlalu panas. Tetapi debu-debu jalan tetap membosankan.
Ditambah lagi nyokap yang ada dibelakang gue, hancurlah peradaban dunia.
Gue jadi pengen nge-check kalender. Jangan-jangan ini hari sial sedunia.

Sebenarnya ini menyakitkan.
Gue lebih milih berada satu Goa sama gorilla dari pada harus nge-gonceng nyokap.
Dia cereweeeeeeeeeeeeet banget.

Motor gue gas. Menyalip angkot yang berhenti sembarangan.
"Awas, Kiri!" Katanya sambil meremas pinggang gue.
Gue gas motor gue yang menderu-deru minta ganti oli.
Dari arah berlawanan ada sepeda motor yang jaraknya 100 meter dari gue.
"AWAS ITU MOTOR DIDEPAN!" Nyokap marah-marah.
Gue berhasil melewati angkot itu dengan terbete-bete.

"LIHAT DONG DI KANAN!" sedetik setelahnya, "YA TUHAN YESUS!!!!" Nyokap gue terus nyerocos.
Gue menggerutu didalam hati.
Kenapa sih siang-siang bolong gini gue harus ngebonceng burung kakak tua!
Okay. Gue berusaha menyetir lebih tenang.
santai dan tidak menyalip-nyalip.
"SABAAAAAAAAAAAAAR ZER!" Katanya.
Ku rasa mungkin mulutnya sedang komat-kamit membaca doa.
Beginilah Friend nasib gue.
Ga lama, nyokap teriak.
"ADUH, DILIHAT DONG KACA SPION!"
"BENER-BENER NIH ANAK!" Ocehnya lagi.
Gue masih diem.
"COBA ITU, ITU, ITU, BAWA MOTORNYA PERSIS BERANDALAN!" Katanya lagi sambil ngeplak kepala gue.
Sumpah Friend! Ngebetein.
Untung aja nyokap gue bukan nyokapnya Valentino Rossi.

"INI UDAH PELAN MAH!" Kata gue dengan nada tinggi. Berusaha menyadarkan nyokap gue, kalo sebentar lagi, motor gue bakal dibalap sama kura-kura.
Tapi dia malah ga sadar. "MATI GUE.. MATI GUE.." Begitu terus katanya berulang-ulang.
"Mati gue apa sih!" Gue menggeram kesal.
"YA TUHAN NIH ANAK!"
"NGEREM.. NGEREM!!!!"
"MAMA BILANG NGEREEEEEEEM!"
"AWASSSS!"
"LIHAT DEPAN ZEEEER!"
"KONSENTRASIIIIIIIIIII!"
"BISA SABAR GA SIH BAWA MOTORNYA!"
"EH MONYET, LIHAT KIRI KANAN DONG!"
"MATI, MATI, MATI!"
"AWAS BELOKAN!"
"STP STOP, BIAR DIA LEWAT!"
"ADUH NIH ANAK KENAPA TEGA BANGET YAAAAAAAAAAA!"
"ZAAAAAAAAARRRRRRY!"

Friends, gue ga usah nerusin ceritanya kali ya.
Pasti lo udah tahu apa yang gue rasain.
thanks!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar