"MAMA TERLALU MEMANJAKAN DIA!" teriak sang Papah sambil mengoyak-ngoyak dasi yang melingkari kerah kemeja nya.
"sudah lah pah, biar bagaimana.. Romi kan anak kita satu-satunya." jawab sang Mamah.
mendengar pertengkaran itu, Romi langsung masuk kamar. Ia terlihat gerah atas keegoisan papahnya.
"nah.. itu.. itu.. mama liat sendirikan anak kebanggaan mama. sudah tidak ada sopan-sopannya!"
"sudah lah pah...?!?!?"
"Arrrrgghh!"
gue ngakak ga ada berentinya pas ngeliat adegan ini pada sebuah sinetron yang jika anak kecil menontonnya, harus didampingi orang tua.
gokil abis skenarionya.
bosan, gue ganti ke channel lain.
"liat aja.. cewek sialan itu ga akan bisa deketin ruben lagi. gue yakin, rencana gue kali ini pasti berhasil. setelah ruben akhirnya membenci syeril, maka gue akan menyusun strategi berikutnya untuk mengambil hati ruben."
begitu lah adegan monolog di channel berikutnya.
gue ketawa lagi sampe bibir gue encok.
bukan sinetron namanya, kalo ga ada monolog macam begini. kampret banget!
gue bosan, lalu gue ganti lagi.
"sebentar lagi, harta kekayaan keluarga Joko akan jatuh ketanganku. liat saja."
arrrrgh, sama aja!
gue ganti lagi.
"oke, sekarang gue udah sampai di kampus nya icha. sekarang gue mau ngejelasin ke dia, kalo sebenernya tujuan gue ikut acara ini supaya hubungan kita bisa cepat disetujui orang tuanya."
arrrrrrgh, reality show sialan.
gue ganti channelnya.
"rumah tangga ahmad dhani dan maya estianti kian diambang kehancuran. bak bola salju, pertikaian diantara keduanya terus menggelinding ke arah meja hijau. desas desus harta gono gini dan hak asuh anak pun memudarkan keharmonisan diantara mereka. saksikan beritanya, setelah pesan-pesan berikut. tetap di ketek busuk investigasi."
yaampiaw!
infotainment sialan.
malesin.
gue matiin tu tv!
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar