Tanduk.. tanduk..
Kau pikir kau leluasa menyeruduk? pfft.. sungguh kali ini aku tertawa ter-uhuk-uhuk. Lagakmu membuat ragaku mengantuk. Kau tidak bisa menutup segala huruf, jika ternyata manipulasimu tertera disetiap spanduk.
Pintar!
Niatmu tidak terlihat memang.
tetapi sayang, busuknya bisa ku cium dengan gampang.
Jadi apa lagi yang kau ingin lakukan? tiarap menyelinap lewat pintu belakang.. menyalipku ditikungan depan, atau berlagak menjadi gerilyawan? Silahkan.. atau kalau kau memang terlalu tertarik, lanjutkan.. sampaikan salamku pada jurang, pamitlah dari sekarang, karena akan ku buat kau tak akan pernah bisa pulang.
Untuk tandukmu yang lugu, teman pemakan teman.
Zarry Hendrik
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar