Disuatu club :
Jeng-cek, cek-jeng-cek, jeng-cek, cek-jeng-cek, taraktak-tak-tak-dung-dung-tak-dung-serrrrr..
(Begitu suara musik yang gue denger dari pas awal masuk)..
Dikanan kiri, gue lihat wece-wece cantik yang cantiknya sangat menggelitik titik-titik saraf gue yang lentik. Mata gue langsung menganalisa, meng-filterisasi setiap kaum hawa yang lalu lalang. Di sudut arah jam 11, gue liat sosok merah merona.
Baju merah. Gue liat dia sedang duduk sendiri di deket bar. Ia terlihat seperti sedang gundah gulana ditinggal pacar ke kutub utara mencari biaya untuk menikah. Rambut panjangnya yang terderai bebas, menghantam otak kiri gue dan lekuk bibirnya yang asoy, mengakibatkan gue pilek secara tiba-tiba. Sedangkan kulit kakinya yang licin, membuat bola mata gue kepeleset. Begitu eloknya.
"Kasihan ni cewek, sendirian ga ada yang nemenin." Itu kata setan kampret yang sok baik sok asik menabuh gendang telinga gue.
Pas gue mau nyamperin si dress merah, baru dua langkah, baju putih lewat. Langkah gue berhenti seterika. Eh, seketika!
Ini gara-gara wangi parfumnya yang bukan main maknyus-nya. Baunya itu ga ketebak. Tapi kalo gue tebak komposisi parfumnya, itu perpaduan antara bunga mawar, jeruk nipis, kayu manis, sama sedikit percikan anggur merah. Jiahahahahaha.
Tapi serius, wanginya menggoda jiwa dan mungkin seluruh jiwa satu pulau jawa. Sempat sedetik dia menatap gue, dan gue langsung terlena ike nurjana. Matanya tipis, tajam, berjeruji. Saat dipandangnya tadi, rasanya seperti dipecutnya berkali-kali. Rrrrrrr...
Baru aja setan-setan kampret pada ngerumpi ngomongin lenggak-lenggok si baju putih, tu cewek berhenti dari lajunya. Berbalik arah, dan berkata.. "YAAAANG, JALANNYA CEPETAN DONG!"
KUCLUK..KUCLUK..KUCLUK..
Si cowok yang bernama "YANG" pun menghampirinya, mempercepat langkahnya, dan merangkulnya mesra. Lalu mereka berjalan menjauh dari gue.
Kuciiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiing!!!
Ternyata gue telat datang dan hadir ke kehidupan dia. (Sadaaaaaaaaaaaaaaaaap). Wakakkakakak.
Arah pandang gue kembali ke baju merah. Itu setelah meng-eliminasi baju ungu yang nge-joprak karena ga kuat minum, baju kuning yang geleng-geleng didepan speaker, sama baju ijo yang diri diem melongo kayak kambing qurban, tapi malah jadi lebih mirip ikan asin yang pasrah dikerubunin laler.
Kemudian :
"Sendirian aja nih??" Sapa gue memulai pembicaraan. Gue berdiri tepat dibelakangnya. Namun,
krik..krik..krik..
Sakit!
Diicuekin. Susu tumpah!
Sumpah! Dalem hati gue, uda tau budek, kok malah clubbing.
Tadinya gue mau bilang aja, "BINGUNG YA, MAU DIJADI'IN APA DIGUGURIN?" Tapi gue ga tega.
Oh.. Okay. Mungkin dia belum kena jurus senyum tsunami gue. Secara khan gue masih dibelakang dia. Jadi mungkin dia belum liat. Kalo dia liat, diijamin, hanyut sampe Bantar Gebang perasaan doski.
Liat aje! ;)
"EHEM EHEM!!!!" Gue blatuk. Blaga batuk gitu dibelakang dia supaya dia ngeh, terus nengok kebelakang. Tapiiiiii,
Kriuk-kriuk-kriuk..
Kampret!!!
Dicuekin ni cewek, rasanya kayak belum makan 7 hari 10 malem 13 jam.
Senyum gue melicik dari belakang. Ooooo, gue tahu. Gue mending duduk disebelah dia terus blakay (Blaga kaya) gitu.
Sip sip sip sip. Kali ini, kena ni cewek. Terkewer-kewer gue buat dia.
"Sob, Jack-D sebotol brapa???" Tanya gue pada bartender. Suaranya gue keras-kerasin biar si baju merah yang disebelah gue, ngeh kalo ada keponakan presiden butuh teman minum.
"Sejuta sekian bos." Jawab si bartender yang tangannya dililit slayer beli di puncak.
Buset, dalam hati gue, sejuta duit dari mancaw????
Belum habis akal gue. Gue tanya lagi, "Kalo se sloki, sob???"
Si bartender manyun dan menjawab, "Wah, ga bisa tu bos."
Bego!
Mana ada juga Jack-D dijual /sloki. Ck.
Kelewat grogi gue. Salah ni. Gue harus cari menu lain.
"Yauda, Beer aja se-sloki!" Kata gue sambil ngeluarin berlembar-lembar gambar Pattimura.
(GUBRAK!)
Tu bartender langsung ngasah-ngasah piso, pengen nyunat gue.
"Yauda, beer aja dulu, Sob, segelas. Masih pagi." Kata gue, cari aman. Sadaaaap.
Glek, glek, glek.
Gue minum setetes doang padahal. Cari hemat biar tu gelas penuh terus.
Untung si baju merah masih merenung dengan setia di sebelah gue. Pikiran gue mulai khawatir sekiranya ni cewek digasak sesama pria kampret lainnya. Akhirnya gue beranikan diri menyapanya langsung. Jurus yang ini, gue yakin ampuh.
"Berpikir sambil minum. Serunya.
Boleh ikutan???" Kata gue sok Cool.
Mata gue langsung menerjang kedua bola matanya yang kelam. Seketika itu juga dia menoleh. Melempar dengan senyuman yang se'akan berkata, "BASI!!!!!!"
Tapi gue tetep belum mau menyerah. Wanita cantik memang harus galak seperti ini. Tapi kalo uda laper, dia pasti kaing-kaing. hehehehe.
Ya ya ya.. Awalnya harus rela jadi orang annoying memang. Sabar........
"Boleh tahu namanya?" Tanya gue sok berwibawa. Dia diam saja, tapi gue terus nyerocos..
"Yaaaa, kalo ga boleh, brarti tambah satu lagi orang pelit di dunia ini. Sedihnya." Sambung gue.
Dia masih diem. Otak gue berputar..
"Kalo gitu, gue panggil 'si baju merah' aja, boleh?" Ujar gue sambil menenggak beer. (Kali ini se-teguk).
"Citra." Katanya, sendu sambil menatap gelas yang kosong.
Aidaa mayaaaa, anjas mara dianitami!
Senengnya minta ampun gue pas dia nyeletukin namanya. Tapi gue masih sok cool.
Kemudian :
"Ohhh..
sendirian aja, atau sama temen-temen?" Tanya gue, se-akan gue penganut prinsip "Love needs detail."
"Sendiri." Jawabnya ketus.
"Oh.. gue kira lagi ngobrol sama gue." Jawab gue, sengaja bikin dia bakal ngelempar muka gue pake gelas. Tapi ternyata enggak.
"HAH???" Citra menbelakak. Seakan berkata, "Hello, elu siapa???????"
"Hehehehe. Bercanda.
Eh, tadi siapa namanya? Cinta?" Tanya gue sekali lagi.
"Bukan. Citra. Lo budek ya?" Citra galak. Seakan dia bentar lagi gigitin celana gue.
"Oh.. Gue kira Cinta. Sori, gue salah denger.
Maklum. Jarak kuping sama hati, ga jauh-jauh banget." Kata gue, ngeles.
"Citra itu, brarti 4 bersaudara ya?" Sambung gue sok nebak.
"Loh, kok tahu?" Citra bangun dari bungkuknya, menatap gue antusias.
"Tahu dong. Kamu anak ke-2 khan?" Gue, makin sok tahu.
"Ih, sok tahu!" Citra menepuk pundak gue.
"Ih, ga ngaku!!!" Gue, sok akrab.
"Itu Citra yang lain kaliiiiiiiii..." Citra meledek.
"Rajawali, Citra, Televisi, Indonesia.
Citra-nya ke-2 khan, bener?" Gue, sok lucu.
"Ih, jayus!" Ujar Citra tak kuasa menahan tawa.
Di sela-sela tawanya dia, gue malah...
"Eh, gue pulang dulu deh ya, hati-hati lo disini, banyak pria yang lebih jayus dari gue. hehehehehe. daaaaaaaaaaaaaaa."
Gue beralih langsung cabut. Pura-pura cabut sebenernya. Tanpa pesan, tapi tinggalkan kesan. Dengan maksud, pas gue lagi jalan, ga sampe 3 langkah gue melangkah, dia langsung teriak, "Hei.. nama kamu siapa?"
Mantap ga tuuu??
Prak.. prak.. prak .. (Suara langkah gue).
"Hei..??????" Citra si baju merah itu memanggil. Benar dugaan gue. Gue langsung menoleh singkat, menatap matanya seakan berkata, "Apa, cantiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiik?"
Dan kata Citra dengan kelembutan, "Nama kamu???"
;)
-THE END-
"cerita ini hanya fiktif belaka, demi bekal untuk sobatku Reza Putra Andana yang segera pergi ke utara Amerika. Bukan untuk ditiru yang lainnya." hahahhahahaha
peace!
Senin, 29 Juni 2009
Kelinci Masuk Perpustakaan
Setiap kali gue melintasi jalan ini dan melihat kearah kiri, gue selalu berpikir tentang masa depan seseorang yang gue lihat. Sebuah kisah yang gue imajinasikan sendiri tetapi dikorelasikan sesuai dengan raut wajah mereka. Ya! Mereka semua yang ada didalam, dibalik dinding kaca tebal, duduk dengan anggun sambil bersenda gurau dengan buku-buku tebal.
Begitu lah setiap kali gue melintasi sebuah perpustakaan kampus. Pemandangannya biasa saja, tetapi apa yang gue bayangkan menurut gue luar biasa. Memicu tawa-tawa kecil yang terus menemani perjalanan gue menuju toilet untuk berkaca.
Tetapi hari ini terlihat seperti hari "kelinci" sedunia ketika seorang wanita cantik yang gue lihat dari balik kaca sedang tenggelam didunia keseriusan perpustakaan kampus. Temannya saat itu hanya lah seperangkat laptop berwarna silver dan 3 tumpuk buku tebal. Gue ga bisa bilang apa-apa, karena tidak satupun tertangkap sebuah kelemahan pada cantik mutlak paras wajahnya.
Bermenit-menit lamanya gue perhatikan aktivitasnya dari luar, memandanginya terus menerus.
Gue berancang-ancang untuk melempar senyum ketika misalnya dia melihat ke arah gue.
Tapi sial! Belum apa-apa, laptopnya membuat gue cemburu.
Tidak sedetikpun dia merasa ada se-ekor kelinci yang sedang mengawasinya karena dia terlalu sibuk bersenda gurau dengan teknologi.
Apa mau di kata, gue harus menyelinap masuk ke perpustakaan untuk berkenalan.
Ya.. agak janggal mendengar seorang "GUE" ada di perpustakaan. Tetapi lebih janggal jika seorang wanita cantik yang ada di perpustakaan, disia-siakan. Wkwkwkwkwkwkwk. :D
Kali ini, si cantik itu berada hanya 5 meter dari jempol kaki kiri gue. Dilihat dari jarak ini, cantiknya semakin mutlak. Parasnya bagaikan matahari jam 12 siang, ketika awanpun takut menutupi sinarnya.
Gue pun maju tak gentar!
"ehem.." Batuk buatan.
Tetapi sial, dia tidak menoleh. Lalu gue colek pundaknya dengan jari manis, "Sorry, bangku ini kosong?"
"Oh, iya." Katanya sambil tersenyum, tetapi sedetik kemudian kembali ke planet serius. Untuk kategori wanita seperti ini, gue berpikir jangan terlalu banyak bicara. Jika gue mengganggu konsentrasi belajarnya, bisa-bisa mata gue bakal dicolok pake pensil. Gue pun berpikir keras.
Wanita didalam perpustakaan tidak sama dengan wanita yang ada di dalam butik, mall, atau club. Tetapi dia tetap wanita cantik. Berarti tetap harus kenalan. (Hahahahhahaha).
Singkat cerita :
"Hei..?" Gue sapa dia sekali lagi.
"Ya?" Tanggapnya.
"1 jam gue perhatiin, lo kelihatan sangat-sangat tidak bisa diganggu.
Jadi, jika tugas negara yang penting ini (sambil menunjuk laptopnya) sudah selesai, boleh kita kenalan?"
Begitu kata gue sambil menatap matanya tanpa berkedip tetapi mengirim senyum ke pelupuk matanya. Tanpa menunggu jawabannya, 2 detik setelah gue melontarkan senyuman, gue mengalihkan pandangan gue ke sebuah buku yang telah gue persiapkan, lalu gue berpura-pura membaca.
Sekitar 5 menit setelah berada pada situasi hening ;
Tiba-tiba sicantik menutup laptopnya, mengangkat tasnya ke atas meja dan menyapa gue,
"Eh, kayaknya gue sering liat lo di kantin deh???"
"Tapi ga tau namanya??" Tanya gue sambil tertawa kecil, seakan gue sedang melanjutkan kalimatnya barusan.
"Iya. Hehehehe." Tanggapnya, sambil cekikikan.
Ketika sudah dalam keadaan seperti ini, 80% gue pasti bisa menciptakan situasi semau hati gue.
""Kamu pasti, Nia?" Tanya gue.
"Hah, Nia???" Si cantik bingung.
Sambil menunjuk kulit tepat dibawah matanya, gue berkata "Dengan kelopak mata yang hitam seperti ini, siapa lagi namanya kalau bukan Imsom'Nia??? :p"
"Hmmm.. Jayus." Katanya mesem-mesem.
"Sudah punya pacar???" Tanya gue lagi.
"Emm.. Udah." Katanya singkat, dengan ekspressi senyum yang terpaksa dilempar.
Ini adalah keadaan diluar rencana. Bodohnya. Siapa yang tahu kalau dia sudah punya pacar.
Sebagai kelinci, gue hanya bisa menatap matanya. Menatapnya terus sampai dia merasa tidak nyaman, lalu gue yang pergi sambil berpura-pura galau. hehehe..
"Oya?
Hmmm.. Semoga pacar lo memaafkan kelancangan gue hari ini ya." Kata gue sambil berberes-beres. Memasukkan buku kedalam sebagai isyarat kalau sebentar lagi gue bakal cabut. Ini pasti gambling. Gue ga mungkin akan bertindak lebih banyak jika sudah begini. Salah satu caranya ialah berharap bahwa dengan percakapan singkat itu, dia yang bergerak maju.
"Lho, katanya mau kenalan?
Nama gue Happy." Ujarnya dengan memasang senyum terlebar yang pernah gue lihat dari bibir yang tipis.
Ke'esokan harinya :
"Happy, kamu dimana??
Aku uda sampe kampus nih." Kata gue via sms.
**BERSAMBUNG**
(Cerita ini hanya fiktif belaka, sekedar ingin menghibur bagi yang senang membaca).
hihihihi... cabs!
Begitu lah setiap kali gue melintasi sebuah perpustakaan kampus. Pemandangannya biasa saja, tetapi apa yang gue bayangkan menurut gue luar biasa. Memicu tawa-tawa kecil yang terus menemani perjalanan gue menuju toilet untuk berkaca.
Tetapi hari ini terlihat seperti hari "kelinci" sedunia ketika seorang wanita cantik yang gue lihat dari balik kaca sedang tenggelam didunia keseriusan perpustakaan kampus. Temannya saat itu hanya lah seperangkat laptop berwarna silver dan 3 tumpuk buku tebal. Gue ga bisa bilang apa-apa, karena tidak satupun tertangkap sebuah kelemahan pada cantik mutlak paras wajahnya.
Bermenit-menit lamanya gue perhatikan aktivitasnya dari luar, memandanginya terus menerus.
Gue berancang-ancang untuk melempar senyum ketika misalnya dia melihat ke arah gue.
Tapi sial! Belum apa-apa, laptopnya membuat gue cemburu.
Tidak sedetikpun dia merasa ada se-ekor kelinci yang sedang mengawasinya karena dia terlalu sibuk bersenda gurau dengan teknologi.
Apa mau di kata, gue harus menyelinap masuk ke perpustakaan untuk berkenalan.
Ya.. agak janggal mendengar seorang "GUE" ada di perpustakaan. Tetapi lebih janggal jika seorang wanita cantik yang ada di perpustakaan, disia-siakan. Wkwkwkwkwkwkwk. :D
Kali ini, si cantik itu berada hanya 5 meter dari jempol kaki kiri gue. Dilihat dari jarak ini, cantiknya semakin mutlak. Parasnya bagaikan matahari jam 12 siang, ketika awanpun takut menutupi sinarnya.
Gue pun maju tak gentar!
"ehem.." Batuk buatan.
Tetapi sial, dia tidak menoleh. Lalu gue colek pundaknya dengan jari manis, "Sorry, bangku ini kosong?"
"Oh, iya." Katanya sambil tersenyum, tetapi sedetik kemudian kembali ke planet serius. Untuk kategori wanita seperti ini, gue berpikir jangan terlalu banyak bicara. Jika gue mengganggu konsentrasi belajarnya, bisa-bisa mata gue bakal dicolok pake pensil. Gue pun berpikir keras.
Wanita didalam perpustakaan tidak sama dengan wanita yang ada di dalam butik, mall, atau club. Tetapi dia tetap wanita cantik. Berarti tetap harus kenalan. (Hahahahhahaha).
Singkat cerita :
"Hei..?" Gue sapa dia sekali lagi.
"Ya?" Tanggapnya.
"1 jam gue perhatiin, lo kelihatan sangat-sangat tidak bisa diganggu.
Jadi, jika tugas negara yang penting ini (sambil menunjuk laptopnya) sudah selesai, boleh kita kenalan?"
Begitu kata gue sambil menatap matanya tanpa berkedip tetapi mengirim senyum ke pelupuk matanya. Tanpa menunggu jawabannya, 2 detik setelah gue melontarkan senyuman, gue mengalihkan pandangan gue ke sebuah buku yang telah gue persiapkan, lalu gue berpura-pura membaca.
Sekitar 5 menit setelah berada pada situasi hening ;
Tiba-tiba sicantik menutup laptopnya, mengangkat tasnya ke atas meja dan menyapa gue,
"Eh, kayaknya gue sering liat lo di kantin deh???"
"Tapi ga tau namanya??" Tanya gue sambil tertawa kecil, seakan gue sedang melanjutkan kalimatnya barusan.
"Iya. Hehehehe." Tanggapnya, sambil cekikikan.
Ketika sudah dalam keadaan seperti ini, 80% gue pasti bisa menciptakan situasi semau hati gue.
""Kamu pasti, Nia?" Tanya gue.
"Hah, Nia???" Si cantik bingung.
Sambil menunjuk kulit tepat dibawah matanya, gue berkata "Dengan kelopak mata yang hitam seperti ini, siapa lagi namanya kalau bukan Imsom'Nia??? :p"
"Hmmm.. Jayus." Katanya mesem-mesem.
"Sudah punya pacar???" Tanya gue lagi.
"Emm.. Udah." Katanya singkat, dengan ekspressi senyum yang terpaksa dilempar.
Ini adalah keadaan diluar rencana. Bodohnya. Siapa yang tahu kalau dia sudah punya pacar.
Sebagai kelinci, gue hanya bisa menatap matanya. Menatapnya terus sampai dia merasa tidak nyaman, lalu gue yang pergi sambil berpura-pura galau. hehehe..
"Oya?
Hmmm.. Semoga pacar lo memaafkan kelancangan gue hari ini ya." Kata gue sambil berberes-beres. Memasukkan buku kedalam sebagai isyarat kalau sebentar lagi gue bakal cabut. Ini pasti gambling. Gue ga mungkin akan bertindak lebih banyak jika sudah begini. Salah satu caranya ialah berharap bahwa dengan percakapan singkat itu, dia yang bergerak maju.
"Lho, katanya mau kenalan?
Nama gue Happy." Ujarnya dengan memasang senyum terlebar yang pernah gue lihat dari bibir yang tipis.
Ke'esokan harinya :
"Happy, kamu dimana??
Aku uda sampe kampus nih." Kata gue via sms.
**BERSAMBUNG**
(Cerita ini hanya fiktif belaka, sekedar ingin menghibur bagi yang senang membaca).
hihihihi... cabs!
Kelinci Masuk McD
Lelaki mana yang masih kuasa jika melihat wanita cantik yang sepertinya adalah seorang model berada satu jengkal didepannya, bahkan si cantik itu hanya mengenakan celana pendek ketat yang pendeknya lebih pendek dari celana sepak bola?
Hari itu friends, gue melihatnya dengan tidak berkedip disuatu restorant cepat saji (McD). Beruntung, bola mata gue tidak jadi menggelinding keluar saat melihat cantiknya dalam jarak dekat. Dan lidah gue pun masih tertahan untuk menjulur-julur keluar bak seekor anjing puddle.
Dalam keadaan seperti ini, gue langsung memeriksa resleting, apakah masih dalam keadaan normal. wkwkwkwkwk :p
Cacing-cacing diperut gue terasa menggelinjang disekitar lambung, seperti baru saja tersiram aspal panas. Sedangkan kedua tangan gue mendadak masuk kantong, meremas seceng-seceng lecek karena kegemesan. Ginjal gue seperti mau meledak. Sumpah Roy, Boy, Coy, cewek ini cantik bukan kepalang. Bulu matanya yang lentik ketika berkedip, seperti ayunan tongkat sihir Harry Potter yang merubah idung gue menjadi kodok. Seketika itu juga, gue langsung mimisan. ;)
"Bagaimana kalau kita mengajaknya berkenalan?" Begitu kata si 'pembisik' iseng yang ngegelitikin telinga gue. KAMPRET! Kalo urusannya uda ngadepin cewek tinggi, cantik, model pula seperti ini, itu sama saja mengajak gue berkaca 77 kali. 'Nggak maybe!'
Tetapi si 'Ledom satu ini masih tetap berdiri didepan gue. Tidak sedetikpun pandangan gue lepas dari lihai bentuk kakinya yang sempurna. Betisnya, pahanya, jari-jarinya.. Nyamuk pun pasti masuk neraka jika coba-coba nemplok.
Friends, jika harus mengantri dalam situasi seperti ini, gue rela berdiri 7 jam sekalipun. Ini gila friends! Sesekali dia terlihat gelisah karena antri-nya yang lama, lalu melihat kesana kemari, termasuk melihat kelinci imut yang dari tadi uda ngompol di belakangnya. Jika Tuhan punya nomor telepon nih, itu pasti gue uda nge-sms Dia untuk nanya, "Tuhan, jangan bilang kalo wanita didepan saya ini adalah takdir???"
krik krik krik..
Tiba-tiba tenggorokan gue gatel dan, "UHUK Haii..!"
Si model merasa mendengar lalu berlagak menggeser poni-nya yang jatuh dan menggantungkannya ke sela-sela telinga. Attitude yang jenius.
Bagaimana ini? Apa langsung gue gigit lehernya aja dari belakang gitu? Atau mungkin gue selengkat aja kakinya pake sepatu bola? Oh, mungkin me'meong-meong' di sela-sela keteknya lebih akurat????!
Kampreeeeeeeeeeeeeeeet!
Sumpah, ini adalah keberuntungan yang setara nilainya dengan menang Lotere. Tidak boleh di sia-siakan, tapi bingung harus bagaimana. GALAU GALAU GALAU!
"Chicken McD 1, satu.. Pepsi-nya yang middle, no ice." Begitu katanya kepada kasir. Gue tetap berdiri dibelakangnya, dengan setia menunggu pesanannya selesai sambil baca-baca do'a.
Tiba-tiba,
"Silahkan mas, ada yang bisa dibantu?" Salah seorang pegawai McD menyapa gue yang lagi membayangkan bagaimana suara si model ini ketika sedang baru bangun tidur. "Beb, beb.. thanks ya semalem! Kamu awesome banget." Gituuuuu.. Wakakakaakk.
"EH, IYA MAS?" Tanya gue yang baru siuman dari lamunan jorok.
"Pesan apa, mas?" Tanya balik si pegawai McD.
Kalo ditebak, rupanya si model sedang menunggu pesanannya selesai. Gerak-geriknya yang tidak sabar, langsung gue rekam di otak, agar bisa menjadi bekal kala nanti gue misalnya gue teringat untuk pipis. GOBLOK ABIS! Hahahahahahhahaha.
"Oh..
Chicken McD 1, satu.. Pepsi-nya yang middle, no ice!" Jawab gue.
Wah, pesanan yang gue pesan sengaja gue sama-sama'in sama si model dengan maksud, setidaknya dia sedikit menoleh ke gue saat mendengar pesanan gue. Lalu,
"kALAU SAYA TIDAK SALAH, MBAK ITU TITIK KAMAL YA?" Tanya gue, berpura-pura norak pada si model satu ini. Ini nekat namanya my friends!
"APA??? TITI KAMAL?
BUKAN. :)" Begitu katanya.
"AH, MASA?
JANGAN MERENDAH GITU, MBAK. HEHEHE." Ujar gue sambil mendekat ke arah matanya.
"EMANG MIRIP YA?" Tanya-nya.
"Yaaaa, cuma ada dua kemungkinan.
Kalau embak bukan Titi kamal, ya berarti embak lebih cantik dari Titi Kamal." Jawab gue sambil menatap matanya dengan sedikit menitip senyum-senyum kecil lewat sorot mata.
Gue lihat senyumnya tetap anggun. Tidak terlihat grogi sedikitpun. Rupanya ia sangat pandai menutupi rasa geli dihatinya. hehehehe.
Mungkin, sesampainya dirumah nanti, dia bakal ketawa cekikikan sambil memeluk bantal. Wkwkwkwkwkwk.
"Silahkan, Mbak." Kata si pegawai McD sambil menyerahkan pesanan si Model tadi.
Si Model langsung mengambil makanannya, dan tersenyum ke arah gue. Lalu ia mengarahkan langkahnya untuk mengambil sedotan dan saos sambal yang berada 3 meter disebelah kiri gue. "Duluan yaaa." Ujarnya.
"Boleh kenalan?" Tembak gue langsung tepat di jidatnya. Seketika dia tergeletak sambil menggelinjang dan mengacak-acak rambutnya yang terkuncir rapih.. Wakakakakak. Ga gitu sih. Lebay. Dia cuma langsung bilang,
"Oh. Boleh, boleh." Katanya sambil mengulurkan tangan.
"Christian. Christian Sugiono. Hehehehe.." Cetus gue sambil menjabat tangannya.
"Hahahahaha. Ngarep!
Titi Kamal secara ya Booo....
Bisa aja lho. hehehe.
Gue, Indah." Jawabnya sambil ketawa-ketiwi ga karuan. Ternyata namanya Indah. Sesuai betul dengan paras mutlaknya. Melihatnya tertawa seperti ini, atas kepala gue mengeluarkan asap. Seperti kesetrum kabel kulkas. Gokil! Ditambah lagi, lagu Tompi "menghujam jantung" terputar tiba-tiba di McD. Seperti sepakat terhadap rasa yang lagi gue derita. Wakakakakakakkakkakakak.
Lalu tanpa basa basi, gue tembak lagi dia : "Nomor lo masih yang lama?"
"HAH?" Indah bingung.
"Ohh.. berarti baru ya?!
Pantesan. Kalo gitu, brapa? hehehe." Tanggap gue, iseng minta ampun.
"HAHAHAHHAHAHHA.
SUMPAH, ANEH. BILANG AJA MINTA NOMOR GUE.
GOMBAL YA BOOOOO..." Begitu katanya.
1 jam kemudian :
"Indah, terima kasih telah ramah di pagi-pagi buta.
Salam.
- Christian Sugiono 'abal-abal'. :)" Begitu kata gue ke dia, via sms.
(Selanjutnya terserah anda, karena sekali lagi, ini fiktif belaka. Wakakakakakakkaak)
...Z, cabs!
Hari itu friends, gue melihatnya dengan tidak berkedip disuatu restorant cepat saji (McD). Beruntung, bola mata gue tidak jadi menggelinding keluar saat melihat cantiknya dalam jarak dekat. Dan lidah gue pun masih tertahan untuk menjulur-julur keluar bak seekor anjing puddle.
Dalam keadaan seperti ini, gue langsung memeriksa resleting, apakah masih dalam keadaan normal. wkwkwkwkwk :p
Cacing-cacing diperut gue terasa menggelinjang disekitar lambung, seperti baru saja tersiram aspal panas. Sedangkan kedua tangan gue mendadak masuk kantong, meremas seceng-seceng lecek karena kegemesan. Ginjal gue seperti mau meledak. Sumpah Roy, Boy, Coy, cewek ini cantik bukan kepalang. Bulu matanya yang lentik ketika berkedip, seperti ayunan tongkat sihir Harry Potter yang merubah idung gue menjadi kodok. Seketika itu juga, gue langsung mimisan. ;)
"Bagaimana kalau kita mengajaknya berkenalan?" Begitu kata si 'pembisik' iseng yang ngegelitikin telinga gue. KAMPRET! Kalo urusannya uda ngadepin cewek tinggi, cantik, model pula seperti ini, itu sama saja mengajak gue berkaca 77 kali. 'Nggak maybe!'
Tetapi si 'Ledom satu ini masih tetap berdiri didepan gue. Tidak sedetikpun pandangan gue lepas dari lihai bentuk kakinya yang sempurna. Betisnya, pahanya, jari-jarinya.. Nyamuk pun pasti masuk neraka jika coba-coba nemplok.
Friends, jika harus mengantri dalam situasi seperti ini, gue rela berdiri 7 jam sekalipun. Ini gila friends! Sesekali dia terlihat gelisah karena antri-nya yang lama, lalu melihat kesana kemari, termasuk melihat kelinci imut yang dari tadi uda ngompol di belakangnya. Jika Tuhan punya nomor telepon nih, itu pasti gue uda nge-sms Dia untuk nanya, "Tuhan, jangan bilang kalo wanita didepan saya ini adalah takdir???"
krik krik krik..
Tiba-tiba tenggorokan gue gatel dan, "UHUK Haii..!"
Si model merasa mendengar lalu berlagak menggeser poni-nya yang jatuh dan menggantungkannya ke sela-sela telinga. Attitude yang jenius.
Bagaimana ini? Apa langsung gue gigit lehernya aja dari belakang gitu? Atau mungkin gue selengkat aja kakinya pake sepatu bola? Oh, mungkin me'meong-meong' di sela-sela keteknya lebih akurat????!
Kampreeeeeeeeeeeeeeeet!
Sumpah, ini adalah keberuntungan yang setara nilainya dengan menang Lotere. Tidak boleh di sia-siakan, tapi bingung harus bagaimana. GALAU GALAU GALAU!
"Chicken McD 1, satu.. Pepsi-nya yang middle, no ice." Begitu katanya kepada kasir. Gue tetap berdiri dibelakangnya, dengan setia menunggu pesanannya selesai sambil baca-baca do'a.
Tiba-tiba,
"Silahkan mas, ada yang bisa dibantu?" Salah seorang pegawai McD menyapa gue yang lagi membayangkan bagaimana suara si model ini ketika sedang baru bangun tidur. "Beb, beb.. thanks ya semalem! Kamu awesome banget." Gituuuuu.. Wakakakaakk.
"EH, IYA MAS?" Tanya gue yang baru siuman dari lamunan jorok.
"Pesan apa, mas?" Tanya balik si pegawai McD.
Kalo ditebak, rupanya si model sedang menunggu pesanannya selesai. Gerak-geriknya yang tidak sabar, langsung gue rekam di otak, agar bisa menjadi bekal kala nanti gue misalnya gue teringat untuk pipis. GOBLOK ABIS! Hahahahahahhahaha.
"Oh..
Chicken McD 1, satu.. Pepsi-nya yang middle, no ice!" Jawab gue.
Wah, pesanan yang gue pesan sengaja gue sama-sama'in sama si model dengan maksud, setidaknya dia sedikit menoleh ke gue saat mendengar pesanan gue. Lalu,
"kALAU SAYA TIDAK SALAH, MBAK ITU TITIK KAMAL YA?" Tanya gue, berpura-pura norak pada si model satu ini. Ini nekat namanya my friends!
"APA??? TITI KAMAL?
BUKAN. :)" Begitu katanya.
"AH, MASA?
JANGAN MERENDAH GITU, MBAK. HEHEHE." Ujar gue sambil mendekat ke arah matanya.
"EMANG MIRIP YA?" Tanya-nya.
"Yaaaa, cuma ada dua kemungkinan.
Kalau embak bukan Titi kamal, ya berarti embak lebih cantik dari Titi Kamal." Jawab gue sambil menatap matanya dengan sedikit menitip senyum-senyum kecil lewat sorot mata.
Gue lihat senyumnya tetap anggun. Tidak terlihat grogi sedikitpun. Rupanya ia sangat pandai menutupi rasa geli dihatinya. hehehehe.
Mungkin, sesampainya dirumah nanti, dia bakal ketawa cekikikan sambil memeluk bantal. Wkwkwkwkwkwk.
"Silahkan, Mbak." Kata si pegawai McD sambil menyerahkan pesanan si Model tadi.
Si Model langsung mengambil makanannya, dan tersenyum ke arah gue. Lalu ia mengarahkan langkahnya untuk mengambil sedotan dan saos sambal yang berada 3 meter disebelah kiri gue. "Duluan yaaa." Ujarnya.
"Boleh kenalan?" Tembak gue langsung tepat di jidatnya. Seketika dia tergeletak sambil menggelinjang dan mengacak-acak rambutnya yang terkuncir rapih.. Wakakakakak. Ga gitu sih. Lebay. Dia cuma langsung bilang,
"Oh. Boleh, boleh." Katanya sambil mengulurkan tangan.
"Christian. Christian Sugiono. Hehehehe.." Cetus gue sambil menjabat tangannya.
"Hahahahaha. Ngarep!
Titi Kamal secara ya Booo....
Bisa aja lho. hehehe.
Gue, Indah." Jawabnya sambil ketawa-ketiwi ga karuan. Ternyata namanya Indah. Sesuai betul dengan paras mutlaknya. Melihatnya tertawa seperti ini, atas kepala gue mengeluarkan asap. Seperti kesetrum kabel kulkas. Gokil! Ditambah lagi, lagu Tompi "menghujam jantung" terputar tiba-tiba di McD. Seperti sepakat terhadap rasa yang lagi gue derita. Wakakakakakakkakkakakak.
Lalu tanpa basa basi, gue tembak lagi dia : "Nomor lo masih yang lama?"
"HAH?" Indah bingung.
"Ohh.. berarti baru ya?!
Pantesan. Kalo gitu, brapa? hehehe." Tanggap gue, iseng minta ampun.
"HAHAHAHHAHAHHA.
SUMPAH, ANEH. BILANG AJA MINTA NOMOR GUE.
GOMBAL YA BOOOOO..." Begitu katanya.
1 jam kemudian :
"Indah, terima kasih telah ramah di pagi-pagi buta.
Salam.
- Christian Sugiono 'abal-abal'. :)" Begitu kata gue ke dia, via sms.
(Selanjutnya terserah anda, karena sekali lagi, ini fiktif belaka. Wakakakakakakkaak)
...Z, cabs!
Alay Pacaran
Ceritanya, Alay lagi pacaran.
Setelah beli teh botol diplastikin sama rokok super setengah, akhirnya mereka memutuskan untuk berpacaran di ujung blok komplek elite dekat rumahnya yang kebetulan sepi. Motor diparkirnya, lalu mereka duduk di joknya sambil bermesra ria.
si cowok :
"BeBH, PaNTad AQ g4t3L-gATelZ KnApH yUCH?" Katanya sambil garuk-garuk.
Si cewek yang sedang bersandar dipundak si cowok, mengisap kasar teh botol itu. Sedotannya digigit, terus dia minum sambil monyong-monyong. Jawabnya :
"Au ACh eLaPH! bETH3 aQuW aMA QmuW!"
Si cowok :
"NAp4H SIch BEBZ!!!!!!!!!!!!!?"
Si cewek :
"Ab!5AN, nGAPeLnYAH Dipin99ir JaLAn MuLU DAh!"
Si cowok menjawab sambil mencium-cium rambut si cewek, katanya:
"BoD0 mENanAn!
NYaN9 PenTyNg sEPi, ChAyAnK."
Si cewekpun cembetut, terus bilang :
"aPA Lo KaTA??
sEPI???
PaLA Lu KaBuR! bANYAK bET NyAmUK NOH." (Tepok-tepok-tepok, katanya sambil nepokin nepokin nyamuk).
Si cowok :
"KaLEM BeeeEBH.. aBANG bAWa AuTAN." Katanya sambil mengeluarkan obat nyamuk oles.
Akhirnya merekapun memutuskan untuk mengabisi malem minggu tetap ditempat itu. Angin bertiup lebih kencang. Suhu menjadi dingin. Si cowok memeluk dan menyandarkan kepala si cewek di jacketnya yang bertuliskan "Kupu-kupu liarku."
Tidak lama setelah itu,
Si cowok mulai ngeraba-raba perut si cewek. Tanpa kata, si cewek pun jadi merem melek ga karuan. Ga lama, tangan si cowok mulai naik ke atas. Lalu,
"Et Dah, rEMESNye PelAN-PeLAN NAPA B3bh!" Kata si cewek.
"Udah KaLeM AjE! BeHa QmUW RiBeT bANGaT NiCh." Si cowok ga sabar.
"uH.. UH.. Uh.."
Si cewek pura-pura desah. Bibirnya digigit-gigit. Matanya merem, tapi ngintip-ngintip.
"BUkAN MAeNNNNNNNNNNN!
BAcOt qMUW pELAN dIkIT DOnK.
dEPan, RUMaH pAK HAji!" Tegur si Cowok.
Tiba-tiba,
"BeEEEB???" Si cewek memanggil diantara desahannya sendiri.
"APE.. UH.. AH.. UH?" Si cowok tetep ribet.
"BuKA CelAN4Nya CePET!" Jawab si cewek.
Mendengar hal itu, si cowok langsung gercep. Ngambil tiker di bagasi bawah jok motor, terus menarik si cewek ke kebon yang tak jauh dari tempat motornya di parkir. Si cewek pun membuka semua pakaiannya. Ia telentang pasrah dibawah si cowok yang nafsunya membabi buta. Celananya si cowok pun di plorotin sedikit, lalu...
"AH.. AH.. AH.. YES.. NOH.. YES.. NOH..NOH.. NOH.. YES.." Begitu terus dalam kurun waktu sekitar 5 menit.
Tiba-tiba,
"Ahhhhhhhhhhhh... kEluWAR jUgA BeBH." Kata si cowok yang ngos-ngosan.
"HAH?" Cetus si cewek, kaget.
"EN4Q YA BebH?" Tanya si cowok sambil cium-ciumin leher.
"ENaQ PAL4 lu!"Si cewek terlihat kesel dan mendorong si cowok yang berbaring tengkurap diatasnya.
"DIh.. KnAPA BEBH??" Si cowok melas pun bertanya.
"Itu Tadi pUSER GUWA, GOBLOK!" Jawab si cewek, murka.
*selesai dan bukan untuk ditiru.
Setelah beli teh botol diplastikin sama rokok super setengah, akhirnya mereka memutuskan untuk berpacaran di ujung blok komplek elite dekat rumahnya yang kebetulan sepi. Motor diparkirnya, lalu mereka duduk di joknya sambil bermesra ria.
si cowok :
"BeBH, PaNTad AQ g4t3L-gATelZ KnApH yUCH?" Katanya sambil garuk-garuk.
Si cewek yang sedang bersandar dipundak si cowok, mengisap kasar teh botol itu. Sedotannya digigit, terus dia minum sambil monyong-monyong. Jawabnya :
"Au ACh eLaPH! bETH3 aQuW aMA QmuW!"
Si cowok :
"NAp4H SIch BEBZ!!!!!!!!!!!!!?"
Si cewek :
"Ab!5AN, nGAPeLnYAH Dipin99ir JaLAn MuLU DAh!"
Si cowok menjawab sambil mencium-cium rambut si cewek, katanya:
"BoD0 mENanAn!
NYaN9 PenTyNg sEPi, ChAyAnK."
Si cewekpun cembetut, terus bilang :
"aPA Lo KaTA??
sEPI???
PaLA Lu KaBuR! bANYAK bET NyAmUK NOH." (Tepok-tepok-tepok, katanya sambil nepokin nepokin nyamuk).
Si cowok :
"KaLEM BeeeEBH.. aBANG bAWa AuTAN." Katanya sambil mengeluarkan obat nyamuk oles.
Akhirnya merekapun memutuskan untuk mengabisi malem minggu tetap ditempat itu. Angin bertiup lebih kencang. Suhu menjadi dingin. Si cowok memeluk dan menyandarkan kepala si cewek di jacketnya yang bertuliskan "Kupu-kupu liarku."
Tidak lama setelah itu,
Si cowok mulai ngeraba-raba perut si cewek. Tanpa kata, si cewek pun jadi merem melek ga karuan. Ga lama, tangan si cowok mulai naik ke atas. Lalu,
"Et Dah, rEMESNye PelAN-PeLAN NAPA B3bh!" Kata si cewek.
"Udah KaLeM AjE! BeHa QmUW RiBeT bANGaT NiCh." Si cowok ga sabar.
"uH.. UH.. Uh.."
Si cewek pura-pura desah. Bibirnya digigit-gigit. Matanya merem, tapi ngintip-ngintip.
"BUkAN MAeNNNNNNNNNNN!
BAcOt qMUW pELAN dIkIT DOnK.
dEPan, RUMaH pAK HAji!" Tegur si Cowok.
Tiba-tiba,
"BeEEEB???" Si cewek memanggil diantara desahannya sendiri.
"APE.. UH.. AH.. UH?" Si cowok tetep ribet.
"BuKA CelAN4Nya CePET!" Jawab si cewek.
Mendengar hal itu, si cowok langsung gercep. Ngambil tiker di bagasi bawah jok motor, terus menarik si cewek ke kebon yang tak jauh dari tempat motornya di parkir. Si cewek pun membuka semua pakaiannya. Ia telentang pasrah dibawah si cowok yang nafsunya membabi buta. Celananya si cowok pun di plorotin sedikit, lalu...
"AH.. AH.. AH.. YES.. NOH.. YES.. NOH..NOH.. NOH.. YES.." Begitu terus dalam kurun waktu sekitar 5 menit.
Tiba-tiba,
"Ahhhhhhhhhhhh... kEluWAR jUgA BeBH." Kata si cowok yang ngos-ngosan.
"HAH?" Cetus si cewek, kaget.
"EN4Q YA BebH?" Tanya si cowok sambil cium-ciumin leher.
"ENaQ PAL4 lu!"Si cewek terlihat kesel dan mendorong si cowok yang berbaring tengkurap diatasnya.
"DIh.. KnAPA BEBH??" Si cowok melas pun bertanya.
"Itu Tadi pUSER GUWA, GOBLOK!" Jawab si cewek, murka.
*selesai dan bukan untuk ditiru.
Kelinci Masuk Club 2
Waktu di club, jumat malam tempo itu, tenggorokan gue terasa seret. Disatu sisi, gue lihat satu cewek sedang riang sempoyongan berjoged diatas meja sambil memegang gelas berisikan zat cair yang memabukkan. Ini namanya sambil menyelam, minum air, my friend.
Gue samperin tu cewek. Cara jalan gue, gue koboy-koboyin biar keren. Kalo dikantong gue ada sisir, pasti gue langsung nyisir sambil membasahi poni gue pake air liur. Tapi itu ga mungkin. Gue ga mau satu club mendadak muntah ngeliat gaya gue.
Cewek yang lagi joged-joged ini, untungnya cantik. Cuma kurang bisa mawas diri. Demi kebaikannya, gue berlagak :
"ENOUGH, BABE. ENOUGH!!!" Kata gue, sambil meraih gelas yang digenggamnya.
Tu cewek bengong, menatap gue melongo persis sapi pengen dipotong. Mungkin didalam hatinya yang terkontaminasi alkohol, dia berkata panik, "PAPA??? PAPA KOK DISINI???" Jadi serasa anak gadis satu-satunya, yang baru ketauan bokapnya sedang mabok-mabokan di club malam. Hihihihi...
"EH, LU SIAPA?" Kata si cewek yang matanya merem melek, ga kuat menahan efek radiasi alkohol yang mengguncang saraf-saraf sadarnya.
"KHAN.. KHAN.. KHAN.. KAMU MULAI LAGI.
GA CAPEK KAMU BABE, BERANTEM TERUS SAMA AKU CUMA GARA-GARA INI AJA?" Jawab gue.
Tu cewek mukanya langsung bengkok. "Helooooooow.. cowok gue bukan, kenal juga enggak, kok kelakuannya kayak kampret salah makan." Mungkin begitu jika gue gambarkan raut wajah herannya dengan kata-kata. Tapi...
"BALIKIN MINUMAN GUE!" Kata si cewek marah-marah.
Temen-temen satu mejanya ngeliatin gue semua. Seakan salah dikit kata-kata gue, gue pasti langsung jadi lontong rebus ditempat gara-gara digebukin mereka.
"EASY GUYS. DIA EMANG SELALU KAYAK GINI KALO UDA MABOK." Elak gue, ketakutan.
"UDAH BABE. ENOUGH.
KAMU UDA KEBANYAKAN MINUM. KAMU LUPA YA, 2 HARI SEKALI KAMU MESTI CHECK UP JANTUNG KAMU????" Kata-kata gue mulai ngawur.
"APA? DINDA? LO ADA PENYAKIT JANTUNG??" Kata salah seorang temannya yang juga mabuk.
"JANTUNG??? EH.. LO SIAPA SIH GUE GA KENAL???!
SINI MINUMAN GUE!!!!!!" Tanya geram si cewek cantik ini.
"UDAH BABE! KAMU MAUNYA APA SIH?
INI AKU AJA YANG MINUM!!!! GLEEEEEK GLEEEEK GLEEEK!" Kata gue sambil menenggak minuman yang ternyata segelas murni Vodka Absolute. Dalam hati gue yang norak, "lumayaaaan.. gratis. hihihihi."
"SEKARANG KAMU MAU PULANG SAMA AKU, ATAU MEREKA?" Kata gue.
"Diiin, uda.. lo ikut dia aja. Lo uda kelewat mabok deh hari ini." Kata salah seorang temennya lagi. Dalem hati gue langsung "YES. YES. YES!"
"Eeeeee... tapi serius deh. Gue ga kenal lo." Tanya si cantik lagi. Ia turun dari atas meja, dan mendekatkan matanya ke wajah gue.
Situasi ini adalah situasi gambling, my friend. Cuma ada 2 kemungkinan. Pulang bersama Dinda, atau digebukin satu club.
Gue langsung meraih telinganya, lalu membisikinya dengan woles dan mengelus pipinya..
"Ssssst.. ini cara kenalan paling fenomenal yang pernah aku lakuin. Berikan senyum ke temen-temen kamu sekarang, atau hari ini adalah hari terakhir aku hidup!" Kata gue menantangnya.
Singkat cerita :
Kita pulang bareng. ;)
cerita ini adalah fiktif belaka. tidak mungkin berhasil jika ditiru. hehehehe.
Gue samperin tu cewek. Cara jalan gue, gue koboy-koboyin biar keren. Kalo dikantong gue ada sisir, pasti gue langsung nyisir sambil membasahi poni gue pake air liur. Tapi itu ga mungkin. Gue ga mau satu club mendadak muntah ngeliat gaya gue.
Cewek yang lagi joged-joged ini, untungnya cantik. Cuma kurang bisa mawas diri. Demi kebaikannya, gue berlagak :
"ENOUGH, BABE. ENOUGH!!!" Kata gue, sambil meraih gelas yang digenggamnya.
Tu cewek bengong, menatap gue melongo persis sapi pengen dipotong. Mungkin didalam hatinya yang terkontaminasi alkohol, dia berkata panik, "PAPA??? PAPA KOK DISINI???" Jadi serasa anak gadis satu-satunya, yang baru ketauan bokapnya sedang mabok-mabokan di club malam. Hihihihi...
"EH, LU SIAPA?" Kata si cewek yang matanya merem melek, ga kuat menahan efek radiasi alkohol yang mengguncang saraf-saraf sadarnya.
"KHAN.. KHAN.. KHAN.. KAMU MULAI LAGI.
GA CAPEK KAMU BABE, BERANTEM TERUS SAMA AKU CUMA GARA-GARA INI AJA?" Jawab gue.
Tu cewek mukanya langsung bengkok. "Helooooooow.. cowok gue bukan, kenal juga enggak, kok kelakuannya kayak kampret salah makan." Mungkin begitu jika gue gambarkan raut wajah herannya dengan kata-kata. Tapi...
"BALIKIN MINUMAN GUE!" Kata si cewek marah-marah.
Temen-temen satu mejanya ngeliatin gue semua. Seakan salah dikit kata-kata gue, gue pasti langsung jadi lontong rebus ditempat gara-gara digebukin mereka.
"EASY GUYS. DIA EMANG SELALU KAYAK GINI KALO UDA MABOK." Elak gue, ketakutan.
"UDAH BABE. ENOUGH.
KAMU UDA KEBANYAKAN MINUM. KAMU LUPA YA, 2 HARI SEKALI KAMU MESTI CHECK UP JANTUNG KAMU????" Kata-kata gue mulai ngawur.
"APA? DINDA? LO ADA PENYAKIT JANTUNG??" Kata salah seorang temannya yang juga mabuk.
"JANTUNG??? EH.. LO SIAPA SIH GUE GA KENAL???!
SINI MINUMAN GUE!!!!!!" Tanya geram si cewek cantik ini.
"UDAH BABE! KAMU MAUNYA APA SIH?
INI AKU AJA YANG MINUM!!!! GLEEEEEK GLEEEEK GLEEEK!" Kata gue sambil menenggak minuman yang ternyata segelas murni Vodka Absolute. Dalam hati gue yang norak, "lumayaaaan.. gratis. hihihihi."
"SEKARANG KAMU MAU PULANG SAMA AKU, ATAU MEREKA?" Kata gue.
"Diiin, uda.. lo ikut dia aja. Lo uda kelewat mabok deh hari ini." Kata salah seorang temennya lagi. Dalem hati gue langsung "YES. YES. YES!"
"Eeeeee... tapi serius deh. Gue ga kenal lo." Tanya si cantik lagi. Ia turun dari atas meja, dan mendekatkan matanya ke wajah gue.
Situasi ini adalah situasi gambling, my friend. Cuma ada 2 kemungkinan. Pulang bersama Dinda, atau digebukin satu club.
Gue langsung meraih telinganya, lalu membisikinya dengan woles dan mengelus pipinya..
"Ssssst.. ini cara kenalan paling fenomenal yang pernah aku lakuin. Berikan senyum ke temen-temen kamu sekarang, atau hari ini adalah hari terakhir aku hidup!" Kata gue menantangnya.
Singkat cerita :
Kita pulang bareng. ;)
cerita ini adalah fiktif belaka. tidak mungkin berhasil jika ditiru. hehehehe.
Geletar
Pelan-pelan, tumpahan pesan sudah setara dengan dagu.
Kau menjamuku dengan siliran ramah diantara tumpukan sapa khalayak yang tertumpat, dengan menghadiahiku simbol senyum dengan tangan sambil melipat.
Meski nyaris tidak bernafas, aku tetap berusaha tersenyum tegas.
Namun ada yang menyentilku diam-diam kala kita bercakap. Yaitu, guyonan karyaku sendiri yang menjadikanku makin merasa luak.
Apa kabar kamu yang bakal sering diserbu sorak? Pasti akan menyulapmu menjadi lebih selektif dalam menyaring setiap tatap.
Hanya dengar. Fakta yang ada padaku memang secuil.
Tapi ini bukan fakta yang tanpa kaedah. Aku rela menghumbankan semua habit daifku ke tong sampah, demi meminta pesanmu satu kali lagi.
Ah, dasar! :)
Candu ini membuatku geletar mengejar kereta mewahmu dengan tanpa alas kaki, supaya bisa memberikanmu tissue untuk keringatmu yang ada didahi.
Untuk : Semua yang alergi pada wangi buah durian. :)
25 Juni 2009,
Di kursi Si pengagum Asmirandah.
Zarry Hendrik
Kau menjamuku dengan siliran ramah diantara tumpukan sapa khalayak yang tertumpat, dengan menghadiahiku simbol senyum dengan tangan sambil melipat.
Meski nyaris tidak bernafas, aku tetap berusaha tersenyum tegas.
Namun ada yang menyentilku diam-diam kala kita bercakap. Yaitu, guyonan karyaku sendiri yang menjadikanku makin merasa luak.
Apa kabar kamu yang bakal sering diserbu sorak? Pasti akan menyulapmu menjadi lebih selektif dalam menyaring setiap tatap.
Hanya dengar. Fakta yang ada padaku memang secuil.
Tapi ini bukan fakta yang tanpa kaedah. Aku rela menghumbankan semua habit daifku ke tong sampah, demi meminta pesanmu satu kali lagi.
Ah, dasar! :)
Candu ini membuatku geletar mengejar kereta mewahmu dengan tanpa alas kaki, supaya bisa memberikanmu tissue untuk keringatmu yang ada didahi.
Untuk : Semua yang alergi pada wangi buah durian. :)
25 Juni 2009,
Di kursi Si pengagum Asmirandah.
Zarry Hendrik
Minggu, 14 Juni 2009
Pelabuhan Ratu, waktu itu. (buat temen-temen yang uda pernah baca, baca lagi. buat yang belum, baca deh). hehehe.. chekedot! Share
perayaan paskah kemaren , gue nekat ma anak2 menembus peta hingga sampai pantai pelabuhan ratu.
rada gila sii memang. mending klo rencana nya dari rumah sampe sana terus nginep dihotel berbintang,
berendem aer panas, bangun2 minum teh, abis itu dipijit neng geulis sambil liat bule memanggang badannya yang aduhai..
lahh ini,,
naek motor ber-enam, 3 motor.
berangkat jam 11malam-pulang jam5pagi.
lalu begini lah awal dari penderitaan yang mengasyikan.
10 kilometer pertama, gue seperti sudah mendengar ombak.. padahal baru nyampe cibubur.
suasana hati begitu semangat. sesekali gue bercanda sama kawan yang sekaligus navigator setia gue, dicko harry mukti wibowo.
"ko, jangan tidur.. udah mau sampe!"
sapa gue yang kuatir dia tiba2 menghilang ditelan angin.
raymond ditemani david berada disisi kanan gue bersama megapro kebanggaannya.
berlagak seperti anak-anak brotherhood yang konvoi keliling pulau jawa walau sebenarnya lebih mirip genderuwo baru belajar motor.
lalu dibelakang gue, akun bersama koko yang keliatan seperti kangguru dan anaknya yang lagi naik bom-bom car.
perjalanan mulai terasa jauh dan memuakkan. berusaha berpikir positif, gue mencoba menganggap bahwa debu-debu yang gue hirup sepanjang jalan mengandung caffeine yang tidak menyebabkan kantuk.
tiba-tiba pas sampai bogor, ada razia.
"santai, tenang, kita semua lengkap!"
sapa gue terhadap diri yang parno ini.
"malam pak, tolong surat-suratnya!"
tegur pak polisi, sopan.
"razia ya pak?" tanya dicko yang lebih panik dari gue.
mencoba membantali pertanyaan dicko yang ‘pintar itu’, gue nyeletuk.. "oh, razia pak. saya kira ada syuting film setan gituu.. soalnya banyak lampu-lampu."
singkat cerita, razia berhasil dilewati dengan lancar gara2 STNK dicko yang mati, terlindungi oleh kartu anggota sang ayah. hahaha, polisi pengecut!
kalo gue jadi polisi itu, gue bakal bilang gini, "maaf pak. STNK anda sudah tidak berlaku. jadi, mohon maaf.. silahkan lanjutkan perjalanan anda dengan hati-hati dan tanpa kantuk! mariii.."
kabut mulai menebal.
???
ohh, ternyata itu bukan kabut. itu debu akibat puluhan truk pengangkut paku bumi yang jalannya kayak bekicot lagi menstruasi. sial!
menyalip truk2 itu, sama aja bertaruh nyawa. apalagi, kondisi jalannya hampir sama kayak remaja yang jarang cuci muka.
posisi gue paling depan.
dalam situasi ini, gue sangat tidak sabaran. maklum, alergi debu.:p
akhirnya, dengan gagah berani dan dengan ketampanan yang luar biasa, gue berhasil melewati puluhan truk itu tanpa ampun. gue kebut suzuki satria yang gue gas dengan birahi supaya bisa meninggalkan truk-truk itu hingga jalan terasa tenang.
gue sempet mikir gitu, yang ngangkutin n nurunin paku bumi-paku bumi itu dari truk, siapa yee? secara, paku bumi.
100 ade rai juga bakal kondor kalo ngangkatin gituan. \tapi bodo ahh. gue ga mau banyak mikir!
mungkin aja, paku bumi itu dibikinnya diatas truk, trus nuruninnya didorong pake traktor. logic dong!
keenakan ngebut, 2 motor raymond n akun
ga kliatan. berpikir, mereka ketinggalan
sangat jauh, akhirnya gue bersantai di
warung kopi.
hati kotor gue berkata, jangan2 mereka
berempat sudah rata dengan aspal?!?!?!??
ohhh Tuhan, lindungi mereka dengan adil!
baru asik ngegoda’in embak2 yang jaga, eh mereka uda dateng. feeling gue agak meleset.
akun cuma jatuh ringan gara-gara lubang yang lupa di benerin PEMDA setempat.
raymond, nyaris terlindas oleh truk yang arahnya berlawanan.
lama bercerita, kita lanjutkan perjalanan dengan binal!
thanks God, akhirnya gue bisa membaca plang yang bertuliskan, "pelabuhan ratu, kanan!"
pas disitu, dicko lagi seru-serunya nyerita’in ilmu hitam temannya yang katanya sakti.
"sssttt, udah ahh ceritanya! daerah sini udah rawan!" kata dicko, sambil memeluk gue erat.:p
"knapa ko, lo takut nyi blorong denger yee? hahahahahaha!" sambung gue.
"bego, jaket lo ijo. nah lo!" tegur dicko, serius.
tiba-tiba gue mencipok bau-bau aneh.
seperti bau melati, bau sampah, bau debu, dan bau tanah. (halah, kayak tau aja bau tanah tu kayak gimana).
bau itu jelas mengganggu indera pencipokan gue.
bau yang paling nyanterrr adalah bau bunga melati.
serius gue..
tapi semakin lama nyanter, bau itu semakin mengarah ke wangi sesajen.
pikir gue, jangan-jangan itu adalah wangi parfum gue yang udah kadarluarsa.
tapi ternyata bukan.
aneh..
praktis, bulu ketek gue merinding.
seperti ada yang mau menghampiri gue dari atas pohon, kemudian menerkam gue dengan lidah yang menjulur keluar.
hiiiiii!
ga bener nii suasana.
akhirnya gue menancap gas dengan tanpa iba sedikitpun.
kalau memang ratu pantai selatan menghadang gue didepan, biar gue tabrak dengan kecepatan tinggi!
toh, ga mungkin juga kan dia bisa mati gara-gara ditabrak motor.(pikir gue, sempit).
lama ngebut, jalanan mulai berlubang.
"apa jalan yang rusak ini sengaja dibiarkan oleh pemerintah untuk memancing supaya wisatawan kapok?"
tanya gue dalam hati.
lalu gue mengurangi kecepatan.
dengan asumsi, ratu pantai selatan itu ga mungkin bisa mengejar motor 2-tak ini dengan kereta kuda yang kuno.
wangi aneh itu pun telah lenyap.
yang gue lihat hanya kabut tebal yang dari tadi iseng ngetes jarak pandang gue. ck!
tapi dalam hati gue berkata, "amaaaan!"
sayangnya, laju motor yang gue tunggangi terlalu cepat, sampai-sampai 4 rekan tour gue itu jauh tertinggal. seketika, gue memelan.
"kemana yaa tu mereka."
gue mencoba menunggu dengan laju kecepatan 10km/jam.
rada sama cepetnya kayak kecepatan sepeda balita roda tiga, yang digenjot sekuat tenaga.
tapi mereka belum muncul juga.
pengen berhenti, kuatir terlalu membuka harapan buat rampok.
gue tetep jalan santai.
jangan sampe aja terjadi hal-hal yang tidak terlalu diharapkan, terjadi pada mereka.
misalnya:
ditengah perjalanan, tiba-tiba mereka nemu dompet yang terjatuh ditengah jalan yang isinya jutaan rupiah. karena kaget dan grogi melihat uang sebanyak itu, akhirnya mereka menghamburkannya ditempat prostitusi terdekat. dan tanpa mengajak gue!!! (penting gitu??)
atau mungkin salah satu dari mereka motornya mogok. karena frustasi dengan kondisi jalanan yang gelap gulita dan motor yang tak kunjung hidup, akhirnya mereka mabok bensin hingga menjatuhkan diri bersama ke jurang. tapi, bisa juga mereka dicegat rombongan perampok. pas perampok mencoba merampas harta mereka yang minim, ratu pantai selatan datang menolong bagaikan panji manusia milenium. dan sebagai tanda terima kasih, mereka rela dijadikan berondong, dan hidup didasar laut. selamanya.
(halah, mulai ngawur..)
tapi mungkin, pemikiran gue yang ini lebih tajam dan realistis. jadi…., mereka menganggap bahwasanya gue tertinggal jauh dibelakang. karena pikirnya gue lama muncul, akhirnya mereka putar balik demi keselamatan gue dan berusaha mencari gue keseluruh penjuru desa.
begooooo!!!
lama merenungkan beberapa hal itu, sekonyong-konyong mereka muncul.
pemikiran gue salah. mereka sempet marah-marah gitu ke gue, karena gue jalannya ga santai dan ugal-ugalan. mencoba lebih dewasa, akhirnya gue memposisikan diri paling belakang, lalu melaju dengan kompromi.
ngeeeeeeeeng!(bunyi motor gue yang hampir kena reumatik).
sekonyong-konyong, suasana berubah drastis.
alam terasa bersahabat.
daun-daun hijau menari karena tertiup angin.
kabut yang tebal pun terangkat ke awan.
pas gue buka helm, gue merasakan kesejukan yang begitu luar biasa.
wooow..
capeknya pun juga luar biasa.
di situasi yang sendu ini, kawan-kawan gue malah terlihat ’sakit’.
david terlihat mengangkat kedua tangannya, mencoba meraba alam sekitar sambil berkata, "peace we along day.." kata itu seperti mantra untuk membisiki angin agar mengantarkan kita ke tempat tujuan.
(semoga dia menyesali perbuatanannya).
raymond, aneh. dia menggerak-gerakkan pantatnya sendiri seperti memperagakkan suatu tragedi yang terjadi di pantatnya itu. mungkin dipantatnya sedang ada pertempuran dasyat antara kentut dan kuman. karena supporter pendukung kuman rusuh, akhirnya raymond bertindak tegas ala pasukan anti huru-hara dengan cara menggesek-gesekkan pantatnya pada jok motor.
kalo akun, lain. pandangan kosongnya memperkuat dugaan gue kalo sebentar lagi dia bakal bilang, "pulang yuk!"
koko, yang diboncengnya juga cuma terlihat netral sambil menyesali perbuatannya, yaitu "ikutan dalam perjalanan bodoh ini."
kalo dicko, masih berdebat sama gue perihal 2 pilihan penting. **melepas jaket hijau atau mati.**
gila aja, dinginnya seanjing-anjing, kok gue disuruh lepas jaket? mati sambil mendesah gara-gara kedinginan kan ga lucu! gue tetep kekeh..
"entar aje ko, kalo ombaknya gue lihat rada gede baru gue lepas jaketnya!" bagaikan perantau dari bekasi (bekasi???), kita teruskan perjalanan tanpa kuatir. di hati kita cuma ada satu kalimat, "selamat datang di pelabuhan ratu". dan kalimat itu yang kita jadikan pegangan hidup sementara.
cahaya lampu berwarna-warni ada didepan. tapi gue hanya bisa memandang dari kejauhan. seperti neon box besar, yang gue harapkan bertuliskan, "selamat datang di pantai pelabuhan ratu." wow, bahagianya kami. disaat-saat yang tidak mendebarkan seperti ini, tiba-tiba kita melihat pom bensin.
yaaa.. ternyata warna-warni itu cuma pom bensin. (arrrgghhh!)
oke, oke..
bersyukur kan?
iyaaa, gue bersyukur.
disitu gue bisa kencing sepuasnya, boker sepuasnya, dan bergumul sepuasnya. ya ya ya..bersyukur.
kita pun kesana.
gue mengisi bensin lagi hingga full.
di pinggir jalan akun, koko, raymond, dan david sedang berbangga dengan motornya yang irit sambil menunggu gue and dicko isi bensin. lalu disitu kita ngobrol sekilas tentang perjalanan tolol ini.
pada situasi itu, koko mengambil kesempatan untuk kencing. beda dengan yang lainnya, dia terlihat lebih comfort kalo kencing dibawah pohon yang ada dipinggir jalan sambil numpang-numpang. (dasar orang kota!)
khayalan gue, mungkin si koko berpikir kalo hantu kuntilanak lebih banyak ada di toilet pom bensin dari pada diatas pohon. makanya dia berspekulasi untuk kencing diatas pohon. mungkin pikiran orang modern yang takut setan, seperti itu. ck!
"setengah jam.
ya, zerry.. ya..
setengah jam lagi kita bisa melihat pantai pelabuhan ratu.
kerahkan seluruh kekuatanmu untuk mencapai pelabuhan ratu.
semangat!" sapa gue terhadap diri sendiri.
kan pas ngisi bensin tadi, gue sempet nanya sama pegawai pom bensinnya, kira-kira berapa menit lagi sampe pelabuhan ratu. katanya pada gue dengan yakin, "setengah jam." berarti, sebentar lagi.
yaa.. sebentar lagi. setengah jam itu kan sebentar.
horeeeee, sebentar lagi kita ke pantai pelabuhan ratu. asik asik asik…:-)
keceriaan gue lahir.
cerianya bagaikan anak kecil yang baru pertama kali ke ancol.
gue membayangkan pasir, desir ombak, penjaga warung, dan penyewa tiker.
ga sabar pula, bikin istana dari pasir, yang disampingnya ada tekstur luna maya pake bikini.
tentu tidak lupa, membuat 2 gunung yang tinggi tepat di dadanya. hahahahaha.
senangnya pagi ini.:-D
waktu kian berjalan.
gue mulai meresapi detik-detik terakhir perjumpaan gue dengan pantai pelabuhan ratu.
hihihi, jadi grogi.
"lho, mana? mana? mana ko pantainya?
kita ga salah jalan kan?"
ini udah setengah jam lebih, tapi kok pantainya ga keliatan.
gue sempet berpikir lagi, jangan-jangan pantai pelabuhan ratu ternyata cuma khalayan belaka.
pom bensin tadi pun cuma mimpi.
"bangun zer, bangun! kita cuma dikelabui peta pulau jawa versi bajakan!"
tapi gue belom menyerah.
mungkin aja, pantai pelabuhan ratu uda ganti nama menjadi pantai pelabuhan ‘duo maia.’ dan salahnya, kita tidak melihat pantai duo maia itu karena ketutupan jenggot ahmad dani yang gimbal.
mungkin aja. mungkin kan? gue terus nge’renungin hal itu bermenit-menit. terus merenung dan meremas otak.
"apa iya, pegawai pom bensin itu berbohong demi menghidupi keluarganya?
enggak kan zer, enggak??"
ternyata dan ternyata, renungan gue itu membuahkan hasil. yaitu, berhasil membuang waktu gue untuk menyesali perjalanan ini. saat gue tengok kearah kiri, itulah pantai pelabuhan ratu yang gue idam-idamkan beberapa jam yang lalu.
pantai pelabuhan ratu.
tanpa pingkan, tanpa mulan, tanpa maia, juga tanpa dhani.
pure, pantai pelabuhan ratu.
begitu indahnya…. woow..
(sayangnya ga ada penjaga pantai seperti di serial ‘baywatch’).
tepat pukul 3 pagi, kita sampai.
gue sempet berencana balik ke pom bensin itu untuk memberitahu suatu fakta kepada pegawainya, bahwa perjalanan dari pom bensin itu ke pantai pelabuhan ratu ternyata memakan waktu 1 jam, bukan setengah jam. tapi gue tunda niat itu, karena leher gue rasanya udah seperti gagal mati gantung diri.
(krueteeekk kruueeteeeekkk).
ya!
warung kopi dipinggir pantai adalah pilihan tepat sebagai tempat meregangkan otot.
mata gue menunjuk kesana.
begitu juga anak-anak yang lain.
tanpa ragu, kita kesana.
lontong, gorengan, dan kacang kulit yang terpampang langsung gue santap tanpa ragu pula.
udah asik ngunyah, gue terdiam.
meniup kopi panas, sambil memandang pantai ternyata moment yang lumayan syahdu.
semyum gue melebar. (padahal ga tau, apa juga yang disenyumin).
tapi bawaannya mau senyuuuuuummm,aja.
desiran ombak kayak sengaja ngelawak gitu khusus buat kedatangan gue.
tanpa basa-basi, gue mencoba menyapa ombak itu.
menghampirinya dengan langkah perlahan.
ketika dekat, gue berlutut diatas pasir lembab, lalu berdoa terus amin!
"wise man said, only fool rush in.. but I cant help fallin in love with you!"
gue sempet nyanyi itu sambil senyum-senyum sendiri.
kenapa yaa?
capek berlutut, terus gue menyilakan kaki gue.
gue nyanyi-nyanyi lagu kesukaan gue sekaligus tutup mata.
dari situ gue menemukan bakat gue yang baru, yaitu bisa menyanyi dipinggir pantai tanpa melihat.
gokil!!!
capek nyanyi, gue diem.
mata gue memandang jauh kedepan, lalu berkata, "how great is Our God!"
kedua tangan gue juga iseng meremas pasir.
"cintanya Tuhan, melebihi banyaknya butiran pasir laut.
dan pengampunan-Nya, adalah bagian dari pasir yang tak terhitung itu."
(kalimat yang gue tangkap saat menggenggam pasir).
tapi lagi asik-asik menyiram rohani sendiri, raymond and diko dateng ngisengin.
bosen gue, cara mereka ngagetin gue itu-itu melulu.
paling "DOOOORRR!!!" doang. ck! ganggu aja.
david and koko malah lagi asik main air laut sampe basah kuyup.
akun, celingak-celinguk kayak nyari cewek yang dateng dari dasar laut.
bicara soal jaket gue yang warna ijo itu, tentu gue telah melepasnya.
yaaa, itung-itung menghormati budaya yang dianut dicko. hahahahahaha,,:-D
gue iseng lagi.
kali ini, gue iseng nutup mata dan konsentrasi pada suara ombak.
suaranya khas.
kalo pake gitar, kayaknya sedap diiringi pake kunci C#Minor7. (sok tau!)
kian lama, suara ombak itu mengeras tapi ga ada feed back. (yaiyaaalah!)
lalu terpikirlah tsunami.
praktis, gue melek.
ternyata, pantai tidak surut jauh ketengah.
berarti aman.
mata gue tutup lagi.
disitu gue menangkap suatu amanat bahwa lagu ada band itu liriknya berat.
"walau badai menghadang, cintaku kan slalu bla,,bla,,bla,,………"
aje gile, suara ombak aje ngeri, apalagi badai beneran. hahahaha:p
semoga ada band tidak nge-gombal.
sepanjang kebodohan kita, sebenarnya ada satu alasan mengapa kita layak disebut "enam pria sakit jiwa."
kepelabuhan ratu, pergi jam 11 malam, tapi pulang jam 5 pagi.
"hello guys, bego ga tuu??"
paskah.
itu alasannya kenapa kita tidak mencari penginapan lalu istirahat.
jam 9 pagi, gue, raymond, akun dan david harus ibadah paskah.
dicko dan koko yang muslim ga mungkin juga nginep berdua disitu lalu membiarkan kita pulang untuk ibadah, lalu balik lagi menjemput mereka.
mau ga mau dong, mereka harus mengerti kondisi ini.
dan memang mereka bisa mengerti.
duuh, begitu indahnya persatuan tanpa memandang perbedaan. (ce’elah):-).
fiyuuuuuhhhh……
apa mau dikata, waktu ga bisa berhenti.
kita harus bergegas pulang.
2 jam di pelabuhan ratu, lumayanlah.
anggep aja kita survei tempat yang ga bakal kita kunjungi lagi dengan cara pulang pergi naek motor.
yaa, anggep aja gitu!
start, jam 5 pagi tepat.
jaket ijo buluk itu jelas gue pake lagi.
kalo emang ratu pantai selatan ngikutin, itu emang dia aja yang kelewat ganjen! hehehe,,
orang dateng kesana sopan kok, gak tepe-tepe.
david and koko malah pusing dengan pasir laut yang ngegelitikin selangkangannya yang lembab karena air laut.
siapa suruh juga main di pantai pagi-pagi buta, ga bawa celana ganti.
begitulah resiko orang yang kekanak-kanakan.
gigi tiga pertama, gue menarik nafas dalam-dalam.
mencoba mengisi tenaga ala dragonball demi perjalanan jauh ini.
demi paskah pula.
"semangat!!!!!!!!!"
tidak melihat sunrise muncul dipantai cukup gue sesali.
tapi tidak ibadah paskah, lebih gue sesali.
langit mulai membiru kayak digebukin satu kampung.
udara yang lebih dingin ga gue pikirin.
yang penting oksigen masih bisa gue hirup.
sempet kebayang ga sii kalo oksigen itu langka?
iye, mati lah kita!
bersyukur deh, kalo Tuhan kita itu ga pelit sama oksigen. hehehehe.
laju gue semakin cepat seiring terangnya dunia ini.
bukannya ga mikirin ke-empat kawan gue dibelakang, tapi gue yakin kalo saling menunggu tidak tepat dalam situasi ini.
yang penting mereka tau jalan pulang, dan jarak gue didepan ga jauh-jauh amat dari mereka.
pikir gue waktu itu, sempit.
perjalanan ini memberikan gue banyak insprassi.
nekat, aneh, bego, tapi lucu juga. hahahaha.
sumpah, gue bakal kangen sama pantai itu.
dari perjalanan singkat, padat, merayap ini pun gue menampung jutaan makna dan tanya (sadis, jutaan..), yang diantaranya:
*) kalo dua, tiga, empat, lima orang bilang "ayo", dan satu orang bilang "berangkat".. kita ga pernah tau setan bilang apa.
*) bisa jadi juga, truk paku bumi itu kepunyaan ‘mak erot. secara panjang banget truknya.
hahahaha, gila. kebayang ga sii ‘mak erot ngurutin truk????
*) didunia ini, banyak yang tak terhitung.
seperti jumlah butiran pasir laut, jumlah hewan yang ada dilaut, jumlah debu yang terhirup, juga seberapa besar kuasa cinta.
*) gue juga bertanya-tanya, apakah ratu pantai selatan pernah ke bikini bottom??
apa sponge bob pacarnya?? taklukkah dia pada jack sparrow??? cantik mana sama titi kamal?? dan sebagainya..
*) dan mungkin ini bagus buat makna terakhir..
"hati-hati dijalan, awas licin berlubang."
hmmmm…
melelahkan.
oya, gue lupa gimana kita sampe.
singkat cerita nii pokoknya, kita berenam sampai dengan bernyawa.
raymond dengan navi nya, david menduduki posisi pertama.
mereka sampai tepat pukul setengah 9 pagi karena handphone-nya yang ga aktif. kenapa gitu?
gue and dicko yang harusnya sampe jam 8, tertunda karena harus putar balik nyusulin akun n koko yang kecelakaan pas dideket-deket sukabumi.
koko memar di kaki, akun 7 jahitan di dagu.
kita sampe rumah jam 10.
gue n akun sampe gereja jam setengah 11, tepat pas ibadah selesai.
david malah ga bisa tidur.
dicko mimpi indah.
koko lupa mandi.
tapi sehari kemudian, kita semua sehat semangat.
akhir kisah ini, adalah awal kisah nanti.
kawanku, sampai jumpa.
peluk, kecup, cium, cupank, ….
*mmmmmuuuuuuaaaaaaaaaaaaaaahhhh!
-zerry
rada gila sii memang. mending klo rencana nya dari rumah sampe sana terus nginep dihotel berbintang,
berendem aer panas, bangun2 minum teh, abis itu dipijit neng geulis sambil liat bule memanggang badannya yang aduhai..
lahh ini,,
naek motor ber-enam, 3 motor.
berangkat jam 11malam-pulang jam5pagi.
lalu begini lah awal dari penderitaan yang mengasyikan.
10 kilometer pertama, gue seperti sudah mendengar ombak.. padahal baru nyampe cibubur.
suasana hati begitu semangat. sesekali gue bercanda sama kawan yang sekaligus navigator setia gue, dicko harry mukti wibowo.
"ko, jangan tidur.. udah mau sampe!"
sapa gue yang kuatir dia tiba2 menghilang ditelan angin.
raymond ditemani david berada disisi kanan gue bersama megapro kebanggaannya.
berlagak seperti anak-anak brotherhood yang konvoi keliling pulau jawa walau sebenarnya lebih mirip genderuwo baru belajar motor.
lalu dibelakang gue, akun bersama koko yang keliatan seperti kangguru dan anaknya yang lagi naik bom-bom car.
perjalanan mulai terasa jauh dan memuakkan. berusaha berpikir positif, gue mencoba menganggap bahwa debu-debu yang gue hirup sepanjang jalan mengandung caffeine yang tidak menyebabkan kantuk.
tiba-tiba pas sampai bogor, ada razia.
"santai, tenang, kita semua lengkap!"
sapa gue terhadap diri yang parno ini.
"malam pak, tolong surat-suratnya!"
tegur pak polisi, sopan.
"razia ya pak?" tanya dicko yang lebih panik dari gue.
mencoba membantali pertanyaan dicko yang ‘pintar itu’, gue nyeletuk.. "oh, razia pak. saya kira ada syuting film setan gituu.. soalnya banyak lampu-lampu."
singkat cerita, razia berhasil dilewati dengan lancar gara2 STNK dicko yang mati, terlindungi oleh kartu anggota sang ayah. hahaha, polisi pengecut!
kalo gue jadi polisi itu, gue bakal bilang gini, "maaf pak. STNK anda sudah tidak berlaku. jadi, mohon maaf.. silahkan lanjutkan perjalanan anda dengan hati-hati dan tanpa kantuk! mariii.."
kabut mulai menebal.
???
ohh, ternyata itu bukan kabut. itu debu akibat puluhan truk pengangkut paku bumi yang jalannya kayak bekicot lagi menstruasi. sial!
menyalip truk2 itu, sama aja bertaruh nyawa. apalagi, kondisi jalannya hampir sama kayak remaja yang jarang cuci muka.
posisi gue paling depan.
dalam situasi ini, gue sangat tidak sabaran. maklum, alergi debu.:p
akhirnya, dengan gagah berani dan dengan ketampanan yang luar biasa, gue berhasil melewati puluhan truk itu tanpa ampun. gue kebut suzuki satria yang gue gas dengan birahi supaya bisa meninggalkan truk-truk itu hingga jalan terasa tenang.
gue sempet mikir gitu, yang ngangkutin n nurunin paku bumi-paku bumi itu dari truk, siapa yee? secara, paku bumi.
100 ade rai juga bakal kondor kalo ngangkatin gituan. \tapi bodo ahh. gue ga mau banyak mikir!
mungkin aja, paku bumi itu dibikinnya diatas truk, trus nuruninnya didorong pake traktor. logic dong!
keenakan ngebut, 2 motor raymond n akun
ga kliatan. berpikir, mereka ketinggalan
sangat jauh, akhirnya gue bersantai di
warung kopi.
hati kotor gue berkata, jangan2 mereka
berempat sudah rata dengan aspal?!?!?!??
ohhh Tuhan, lindungi mereka dengan adil!
baru asik ngegoda’in embak2 yang jaga, eh mereka uda dateng. feeling gue agak meleset.
akun cuma jatuh ringan gara-gara lubang yang lupa di benerin PEMDA setempat.
raymond, nyaris terlindas oleh truk yang arahnya berlawanan.
lama bercerita, kita lanjutkan perjalanan dengan binal!
thanks God, akhirnya gue bisa membaca plang yang bertuliskan, "pelabuhan ratu, kanan!"
pas disitu, dicko lagi seru-serunya nyerita’in ilmu hitam temannya yang katanya sakti.
"sssttt, udah ahh ceritanya! daerah sini udah rawan!" kata dicko, sambil memeluk gue erat.:p
"knapa ko, lo takut nyi blorong denger yee? hahahahahaha!" sambung gue.
"bego, jaket lo ijo. nah lo!" tegur dicko, serius.
tiba-tiba gue mencipok bau-bau aneh.
seperti bau melati, bau sampah, bau debu, dan bau tanah. (halah, kayak tau aja bau tanah tu kayak gimana).
bau itu jelas mengganggu indera pencipokan gue.
bau yang paling nyanterrr adalah bau bunga melati.
serius gue..
tapi semakin lama nyanter, bau itu semakin mengarah ke wangi sesajen.
pikir gue, jangan-jangan itu adalah wangi parfum gue yang udah kadarluarsa.
tapi ternyata bukan.
aneh..
praktis, bulu ketek gue merinding.
seperti ada yang mau menghampiri gue dari atas pohon, kemudian menerkam gue dengan lidah yang menjulur keluar.
hiiiiii!
ga bener nii suasana.
akhirnya gue menancap gas dengan tanpa iba sedikitpun.
kalau memang ratu pantai selatan menghadang gue didepan, biar gue tabrak dengan kecepatan tinggi!
toh, ga mungkin juga kan dia bisa mati gara-gara ditabrak motor.(pikir gue, sempit).
lama ngebut, jalanan mulai berlubang.
"apa jalan yang rusak ini sengaja dibiarkan oleh pemerintah untuk memancing supaya wisatawan kapok?"
tanya gue dalam hati.
lalu gue mengurangi kecepatan.
dengan asumsi, ratu pantai selatan itu ga mungkin bisa mengejar motor 2-tak ini dengan kereta kuda yang kuno.
wangi aneh itu pun telah lenyap.
yang gue lihat hanya kabut tebal yang dari tadi iseng ngetes jarak pandang gue. ck!
tapi dalam hati gue berkata, "amaaaan!"
sayangnya, laju motor yang gue tunggangi terlalu cepat, sampai-sampai 4 rekan tour gue itu jauh tertinggal. seketika, gue memelan.
"kemana yaa tu mereka."
gue mencoba menunggu dengan laju kecepatan 10km/jam.
rada sama cepetnya kayak kecepatan sepeda balita roda tiga, yang digenjot sekuat tenaga.
tapi mereka belum muncul juga.
pengen berhenti, kuatir terlalu membuka harapan buat rampok.
gue tetep jalan santai.
jangan sampe aja terjadi hal-hal yang tidak terlalu diharapkan, terjadi pada mereka.
misalnya:
ditengah perjalanan, tiba-tiba mereka nemu dompet yang terjatuh ditengah jalan yang isinya jutaan rupiah. karena kaget dan grogi melihat uang sebanyak itu, akhirnya mereka menghamburkannya ditempat prostitusi terdekat. dan tanpa mengajak gue!!! (penting gitu??)
atau mungkin salah satu dari mereka motornya mogok. karena frustasi dengan kondisi jalanan yang gelap gulita dan motor yang tak kunjung hidup, akhirnya mereka mabok bensin hingga menjatuhkan diri bersama ke jurang. tapi, bisa juga mereka dicegat rombongan perampok. pas perampok mencoba merampas harta mereka yang minim, ratu pantai selatan datang menolong bagaikan panji manusia milenium. dan sebagai tanda terima kasih, mereka rela dijadikan berondong, dan hidup didasar laut. selamanya.
(halah, mulai ngawur..)
tapi mungkin, pemikiran gue yang ini lebih tajam dan realistis. jadi…., mereka menganggap bahwasanya gue tertinggal jauh dibelakang. karena pikirnya gue lama muncul, akhirnya mereka putar balik demi keselamatan gue dan berusaha mencari gue keseluruh penjuru desa.
begooooo!!!
lama merenungkan beberapa hal itu, sekonyong-konyong mereka muncul.
pemikiran gue salah. mereka sempet marah-marah gitu ke gue, karena gue jalannya ga santai dan ugal-ugalan. mencoba lebih dewasa, akhirnya gue memposisikan diri paling belakang, lalu melaju dengan kompromi.
ngeeeeeeeeng!(bunyi motor gue yang hampir kena reumatik).
sekonyong-konyong, suasana berubah drastis.
alam terasa bersahabat.
daun-daun hijau menari karena tertiup angin.
kabut yang tebal pun terangkat ke awan.
pas gue buka helm, gue merasakan kesejukan yang begitu luar biasa.
wooow..
capeknya pun juga luar biasa.
di situasi yang sendu ini, kawan-kawan gue malah terlihat ’sakit’.
david terlihat mengangkat kedua tangannya, mencoba meraba alam sekitar sambil berkata, "peace we along day.." kata itu seperti mantra untuk membisiki angin agar mengantarkan kita ke tempat tujuan.
(semoga dia menyesali perbuatanannya).
raymond, aneh. dia menggerak-gerakkan pantatnya sendiri seperti memperagakkan suatu tragedi yang terjadi di pantatnya itu. mungkin dipantatnya sedang ada pertempuran dasyat antara kentut dan kuman. karena supporter pendukung kuman rusuh, akhirnya raymond bertindak tegas ala pasukan anti huru-hara dengan cara menggesek-gesekkan pantatnya pada jok motor.
kalo akun, lain. pandangan kosongnya memperkuat dugaan gue kalo sebentar lagi dia bakal bilang, "pulang yuk!"
koko, yang diboncengnya juga cuma terlihat netral sambil menyesali perbuatannya, yaitu "ikutan dalam perjalanan bodoh ini."
kalo dicko, masih berdebat sama gue perihal 2 pilihan penting. **melepas jaket hijau atau mati.**
gila aja, dinginnya seanjing-anjing, kok gue disuruh lepas jaket? mati sambil mendesah gara-gara kedinginan kan ga lucu! gue tetep kekeh..
"entar aje ko, kalo ombaknya gue lihat rada gede baru gue lepas jaketnya!" bagaikan perantau dari bekasi (bekasi???), kita teruskan perjalanan tanpa kuatir. di hati kita cuma ada satu kalimat, "selamat datang di pelabuhan ratu". dan kalimat itu yang kita jadikan pegangan hidup sementara.
cahaya lampu berwarna-warni ada didepan. tapi gue hanya bisa memandang dari kejauhan. seperti neon box besar, yang gue harapkan bertuliskan, "selamat datang di pantai pelabuhan ratu." wow, bahagianya kami. disaat-saat yang tidak mendebarkan seperti ini, tiba-tiba kita melihat pom bensin.
yaaa.. ternyata warna-warni itu cuma pom bensin. (arrrgghhh!)
oke, oke..
bersyukur kan?
iyaaa, gue bersyukur.
disitu gue bisa kencing sepuasnya, boker sepuasnya, dan bergumul sepuasnya. ya ya ya..bersyukur.
kita pun kesana.
gue mengisi bensin lagi hingga full.
di pinggir jalan akun, koko, raymond, dan david sedang berbangga dengan motornya yang irit sambil menunggu gue and dicko isi bensin. lalu disitu kita ngobrol sekilas tentang perjalanan tolol ini.
pada situasi itu, koko mengambil kesempatan untuk kencing. beda dengan yang lainnya, dia terlihat lebih comfort kalo kencing dibawah pohon yang ada dipinggir jalan sambil numpang-numpang. (dasar orang kota!)
khayalan gue, mungkin si koko berpikir kalo hantu kuntilanak lebih banyak ada di toilet pom bensin dari pada diatas pohon. makanya dia berspekulasi untuk kencing diatas pohon. mungkin pikiran orang modern yang takut setan, seperti itu. ck!
"setengah jam.
ya, zerry.. ya..
setengah jam lagi kita bisa melihat pantai pelabuhan ratu.
kerahkan seluruh kekuatanmu untuk mencapai pelabuhan ratu.
semangat!" sapa gue terhadap diri sendiri.
kan pas ngisi bensin tadi, gue sempet nanya sama pegawai pom bensinnya, kira-kira berapa menit lagi sampe pelabuhan ratu. katanya pada gue dengan yakin, "setengah jam." berarti, sebentar lagi.
yaa.. sebentar lagi. setengah jam itu kan sebentar.
horeeeee, sebentar lagi kita ke pantai pelabuhan ratu. asik asik asik…:-)
keceriaan gue lahir.
cerianya bagaikan anak kecil yang baru pertama kali ke ancol.
gue membayangkan pasir, desir ombak, penjaga warung, dan penyewa tiker.
ga sabar pula, bikin istana dari pasir, yang disampingnya ada tekstur luna maya pake bikini.
tentu tidak lupa, membuat 2 gunung yang tinggi tepat di dadanya. hahahahaha.
senangnya pagi ini.:-D
waktu kian berjalan.
gue mulai meresapi detik-detik terakhir perjumpaan gue dengan pantai pelabuhan ratu.
hihihi, jadi grogi.
"lho, mana? mana? mana ko pantainya?
kita ga salah jalan kan?"
ini udah setengah jam lebih, tapi kok pantainya ga keliatan.
gue sempet berpikir lagi, jangan-jangan pantai pelabuhan ratu ternyata cuma khalayan belaka.
pom bensin tadi pun cuma mimpi.
"bangun zer, bangun! kita cuma dikelabui peta pulau jawa versi bajakan!"
tapi gue belom menyerah.
mungkin aja, pantai pelabuhan ratu uda ganti nama menjadi pantai pelabuhan ‘duo maia.’ dan salahnya, kita tidak melihat pantai duo maia itu karena ketutupan jenggot ahmad dani yang gimbal.
mungkin aja. mungkin kan? gue terus nge’renungin hal itu bermenit-menit. terus merenung dan meremas otak.
"apa iya, pegawai pom bensin itu berbohong demi menghidupi keluarganya?
enggak kan zer, enggak??"
ternyata dan ternyata, renungan gue itu membuahkan hasil. yaitu, berhasil membuang waktu gue untuk menyesali perjalanan ini. saat gue tengok kearah kiri, itulah pantai pelabuhan ratu yang gue idam-idamkan beberapa jam yang lalu.
pantai pelabuhan ratu.
tanpa pingkan, tanpa mulan, tanpa maia, juga tanpa dhani.
pure, pantai pelabuhan ratu.
begitu indahnya…. woow..
(sayangnya ga ada penjaga pantai seperti di serial ‘baywatch’).
tepat pukul 3 pagi, kita sampai.
gue sempet berencana balik ke pom bensin itu untuk memberitahu suatu fakta kepada pegawainya, bahwa perjalanan dari pom bensin itu ke pantai pelabuhan ratu ternyata memakan waktu 1 jam, bukan setengah jam. tapi gue tunda niat itu, karena leher gue rasanya udah seperti gagal mati gantung diri.
(krueteeekk kruueeteeeekkk).
ya!
warung kopi dipinggir pantai adalah pilihan tepat sebagai tempat meregangkan otot.
mata gue menunjuk kesana.
begitu juga anak-anak yang lain.
tanpa ragu, kita kesana.
lontong, gorengan, dan kacang kulit yang terpampang langsung gue santap tanpa ragu pula.
udah asik ngunyah, gue terdiam.
meniup kopi panas, sambil memandang pantai ternyata moment yang lumayan syahdu.
semyum gue melebar. (padahal ga tau, apa juga yang disenyumin).
tapi bawaannya mau senyuuuuuummm,aja.
desiran ombak kayak sengaja ngelawak gitu khusus buat kedatangan gue.
tanpa basa-basi, gue mencoba menyapa ombak itu.
menghampirinya dengan langkah perlahan.
ketika dekat, gue berlutut diatas pasir lembab, lalu berdoa terus amin!
"wise man said, only fool rush in.. but I cant help fallin in love with you!"
gue sempet nyanyi itu sambil senyum-senyum sendiri.
kenapa yaa?
capek berlutut, terus gue menyilakan kaki gue.
gue nyanyi-nyanyi lagu kesukaan gue sekaligus tutup mata.
dari situ gue menemukan bakat gue yang baru, yaitu bisa menyanyi dipinggir pantai tanpa melihat.
gokil!!!
capek nyanyi, gue diem.
mata gue memandang jauh kedepan, lalu berkata, "how great is Our God!"
kedua tangan gue juga iseng meremas pasir.
"cintanya Tuhan, melebihi banyaknya butiran pasir laut.
dan pengampunan-Nya, adalah bagian dari pasir yang tak terhitung itu."
(kalimat yang gue tangkap saat menggenggam pasir).
tapi lagi asik-asik menyiram rohani sendiri, raymond and diko dateng ngisengin.
bosen gue, cara mereka ngagetin gue itu-itu melulu.
paling "DOOOORRR!!!" doang. ck! ganggu aja.
david and koko malah lagi asik main air laut sampe basah kuyup.
akun, celingak-celinguk kayak nyari cewek yang dateng dari dasar laut.
bicara soal jaket gue yang warna ijo itu, tentu gue telah melepasnya.
yaaa, itung-itung menghormati budaya yang dianut dicko. hahahahahaha,,:-D
gue iseng lagi.
kali ini, gue iseng nutup mata dan konsentrasi pada suara ombak.
suaranya khas.
kalo pake gitar, kayaknya sedap diiringi pake kunci C#Minor7. (sok tau!)
kian lama, suara ombak itu mengeras tapi ga ada feed back. (yaiyaaalah!)
lalu terpikirlah tsunami.
praktis, gue melek.
ternyata, pantai tidak surut jauh ketengah.
berarti aman.
mata gue tutup lagi.
disitu gue menangkap suatu amanat bahwa lagu ada band itu liriknya berat.
"walau badai menghadang, cintaku kan slalu bla,,bla,,bla,,………"
aje gile, suara ombak aje ngeri, apalagi badai beneran. hahahaha:p
semoga ada band tidak nge-gombal.
sepanjang kebodohan kita, sebenarnya ada satu alasan mengapa kita layak disebut "enam pria sakit jiwa."
kepelabuhan ratu, pergi jam 11 malam, tapi pulang jam 5 pagi.
"hello guys, bego ga tuu??"
paskah.
itu alasannya kenapa kita tidak mencari penginapan lalu istirahat.
jam 9 pagi, gue, raymond, akun dan david harus ibadah paskah.
dicko dan koko yang muslim ga mungkin juga nginep berdua disitu lalu membiarkan kita pulang untuk ibadah, lalu balik lagi menjemput mereka.
mau ga mau dong, mereka harus mengerti kondisi ini.
dan memang mereka bisa mengerti.
duuh, begitu indahnya persatuan tanpa memandang perbedaan. (ce’elah):-).
fiyuuuuuhhhh……
apa mau dikata, waktu ga bisa berhenti.
kita harus bergegas pulang.
2 jam di pelabuhan ratu, lumayanlah.
anggep aja kita survei tempat yang ga bakal kita kunjungi lagi dengan cara pulang pergi naek motor.
yaa, anggep aja gitu!
start, jam 5 pagi tepat.
jaket ijo buluk itu jelas gue pake lagi.
kalo emang ratu pantai selatan ngikutin, itu emang dia aja yang kelewat ganjen! hehehe,,
orang dateng kesana sopan kok, gak tepe-tepe.
david and koko malah pusing dengan pasir laut yang ngegelitikin selangkangannya yang lembab karena air laut.
siapa suruh juga main di pantai pagi-pagi buta, ga bawa celana ganti.
begitulah resiko orang yang kekanak-kanakan.
gigi tiga pertama, gue menarik nafas dalam-dalam.
mencoba mengisi tenaga ala dragonball demi perjalanan jauh ini.
demi paskah pula.
"semangat!!!!!!!!!"
tidak melihat sunrise muncul dipantai cukup gue sesali.
tapi tidak ibadah paskah, lebih gue sesali.
langit mulai membiru kayak digebukin satu kampung.
udara yang lebih dingin ga gue pikirin.
yang penting oksigen masih bisa gue hirup.
sempet kebayang ga sii kalo oksigen itu langka?
iye, mati lah kita!
bersyukur deh, kalo Tuhan kita itu ga pelit sama oksigen. hehehehe.
laju gue semakin cepat seiring terangnya dunia ini.
bukannya ga mikirin ke-empat kawan gue dibelakang, tapi gue yakin kalo saling menunggu tidak tepat dalam situasi ini.
yang penting mereka tau jalan pulang, dan jarak gue didepan ga jauh-jauh amat dari mereka.
pikir gue waktu itu, sempit.
perjalanan ini memberikan gue banyak insprassi.
nekat, aneh, bego, tapi lucu juga. hahahaha.
sumpah, gue bakal kangen sama pantai itu.
dari perjalanan singkat, padat, merayap ini pun gue menampung jutaan makna dan tanya (sadis, jutaan..), yang diantaranya:
*) kalo dua, tiga, empat, lima orang bilang "ayo", dan satu orang bilang "berangkat".. kita ga pernah tau setan bilang apa.
*) bisa jadi juga, truk paku bumi itu kepunyaan ‘mak erot. secara panjang banget truknya.
hahahaha, gila. kebayang ga sii ‘mak erot ngurutin truk????
*) didunia ini, banyak yang tak terhitung.
seperti jumlah butiran pasir laut, jumlah hewan yang ada dilaut, jumlah debu yang terhirup, juga seberapa besar kuasa cinta.
*) gue juga bertanya-tanya, apakah ratu pantai selatan pernah ke bikini bottom??
apa sponge bob pacarnya?? taklukkah dia pada jack sparrow??? cantik mana sama titi kamal?? dan sebagainya..
*) dan mungkin ini bagus buat makna terakhir..
"hati-hati dijalan, awas licin berlubang."
hmmmm…
melelahkan.
oya, gue lupa gimana kita sampe.
singkat cerita nii pokoknya, kita berenam sampai dengan bernyawa.
raymond dengan navi nya, david menduduki posisi pertama.
mereka sampai tepat pukul setengah 9 pagi karena handphone-nya yang ga aktif. kenapa gitu?
gue and dicko yang harusnya sampe jam 8, tertunda karena harus putar balik nyusulin akun n koko yang kecelakaan pas dideket-deket sukabumi.
koko memar di kaki, akun 7 jahitan di dagu.
kita sampe rumah jam 10.
gue n akun sampe gereja jam setengah 11, tepat pas ibadah selesai.
david malah ga bisa tidur.
dicko mimpi indah.
koko lupa mandi.
tapi sehari kemudian, kita semua sehat semangat.
akhir kisah ini, adalah awal kisah nanti.
kawanku, sampai jumpa.
peluk, kecup, cium, cupank, ….
*mmmmmuuuuuuaaaaaaaaaaaaaaahhhh!
-zerry
Langganan:
Postingan (Atom)
