Minggu, 14 Juni 2009

Nyokap Tercinta (Part 2)

okay.
Hari itu Cipanas tidak sesuai namanya.
Pagi, hampir pukul enam, gue udah melingker-lingker dililit selimut.
Nyanyian burung-burung gunung terdengar seperti mantra pemanggil embun beserta kabut-kabut tebal.
Dingin bukan kepalang.
Masih gue ingat sepersekian detik sebelumnya si ahli gara-gara merusak semuanya.
Didalam mimpi gue;
Chelsea Olivia terus ngempok-ngempok pantat gue.
dengan bando Mickie Mouse-nya, baju oranye-nya, gigi kelincinya, bibir kecilnya, tubuh mungilnya, dan Glenn Alinsky-nya (lho???), itu semua sebenarnya udah cukup menjawab kalo emang benar adanya bahwa, Tuhan itu ada. Huahahahahahahha.
Dia terus ngeninabobo'in gue pake lagu andalan BBB yang baru, yaitu putus nyambung putus nyambung putus nyambung. Meledak jantung gue.
Sesekali gue membalasnya dengan meminjam kalimat ST12 : "satu jam saja, aku pasti bisa, mencintai kamu kamu kamu, dihatiku.. tetapi bagiku untuk melupakanmu butuh waktu seumur hidu...u..up."
AIH METOOOOOOOOOOONG! :D

Tiba-tiba Chelsea menggiring gue ke taman.
Kami masih dilanda berbalas-balasan lagu. Tak ragu, gue menaruh bunga di selah telinganya.
Menari bak film India.
katanya sambil memeluk gue. "mere mere mere ke jane jane." Matanya berkaca-kaca.
Lalu dia mendorong tubuh gue, sambil meliuk-liukan lehernya. persis Tina Toon.
Ia bersembunyi dibalik pohon mawar, lalu memetik bunganya dan menciumnya. Norak sekali.
Gue yang pada waktu itu berakting pura-pura ganteng, mengejarnya.
Sesekali gue terpeleset. Terpeleset cinta yang licin. (argh, geli gue ngetiknya). hihihihihi.
Gue melolong bagai serigala. "Pyar kano mere tung mere mere asoyyy." Lalu sambil menggoyangkan pinggul gue maju mundur, gue berkata dengan lirikan centil, "AHEE, AHEEE."
Saat itu, atraksi gue lebih mirip ikan lumba-lumba.
Gue bentangkan tangan gue ke angkasa. teriak gue lagi, "Chelse, AHE-AHE LOVE YOU!"
NAHLO!
Tiba-tiba, gue dengar suara "AHE, AHEE" versi yang berbeda.
Nadanya gue dengar persis suara speaker penjual CD-CD bajakan di pinggir jalan Jatinegara.
Suara itu terus menerus gue dengar berulang-ulang. Makin cepat pula. Gue lihat wajah Chelsea. Ia terlihat bingung sambil menutup telinganya karena risih.
Lalu "AHE-AHE" itu terdengar makin keras, dan diiringi lantunan musik cepat.
Musik itu mirip musik buat senam pagi.
Kampret, "AHE-AHE" merusak kemesraan gue.
Semua menghilang dan...

"ARRRRRRRRRRRGH.....
MAMAAAAAAAAAA!
BERISIIIIIIIIIIIIIK."

Nyokap bergoyang didepan pintu gue dengan wajah sumringah.
Menggoyang-goyangkan pantatnya, persis artis dangdut keliling.
Begitu seronok. Rokok dimulutnya masih melekat. Rambutnya yang pirang dan bergelombang digoyang-goyangkan, membuat kusut kepala gue.
Gue tutup kuping gue dengan bantal. Mengurung tubuh gue di lebar selimut.
Dalam hati, "GROW UP DONG MAAAAAAM!"

Tung-turutungtung.. ahe-ahe.. arikingkingking.. jengcek..cek..cek..ajengcek..cek.. ahe..ahe..
Nyokap histeria funky kota! Memilukan.
Ia mendadak metal.

Emang sih sebelumnya gue udah tahu, kalo nyokap suka lagu-lagu kota macam beginian.
Tapi timing-nya ga tepat.
Disaat gue lagi mimpi, dan itu jam 6 pagi pula.
arrrggggh!

"BANGUN WOY, BANGUN!" Teriaknya sambil gedor-gedor pintu kamar gue.
"AHE-AHE" masih terus berdikari mengguncang tenggorokan gue. Bentar lagi, gue Jackpot.
Gue tolehkan muka gue ke pintu. Gubrak. Pas bener nyokap gue lagi nari-nari.
Gaya tariannya lebih mirip boneka mobil yang suka ditaro di atas dashboard. Itu juga kebagusan.
Ekspressi mukanya, memicu gue ngumpetin tawa dibawah bantal.
"YA TUHAN! KECILIN DIKIT KEK MAAAAAAAAAH!"

Yes. Sepertinya dia nurut.
Atau mungkin juga sadar kalo sebentar lagi, satu Cipanas bakal nimpukin rumah kita pake bom molotof.
Dia bergegas menghampiri speaker besar kesayangannya.

Tiba-tiba, "AHE-AHE" kampret itu lenyap.
Gue menghela nafas lega. Akhirnya nyokap sembuh juga.
Mungkin dia sadar kalau dia udah tega-teganya mencampakkan mimpi gue yang putus nyambung putus nyambung putus nyambung. Amin deh kalo gitu.
Namun kebahagian gue itu hanya sesaat setelah muncul irama baru.
Mungkin begini lagunya.

"Bayaaaaaaaangkan(jengcekjeng..jengcekjeng..)bila engkau datang(jengcekjeng..jengcekjeng)..kupeluk erat bayangmu..(turutungtungtungtungtungtungtungtungtungtungterorengtungtung)"
GUBRAK!

Salah gue. Ibu yang keremaja-remajaan seperti ini tidak baik untuk dilarang.
Gue sempet bertanya-tanya, jangan-jangan hari ini adalah hari pertamanya "dapet."
Lalu bagaimana dia melahirkan gue? apa iya, dengan proses bluetooth??
Oh, mungkin dia sedang kasmaran sama pria asal Jerman di vila sebelah sana.
Tapi ga mungkin. Apa iya mata pria itu rusak separah itu? hahaha. (kurang ajar banget gue).
Apapun itu, nyokap udah ngerusak mood gue kesekiankalinya.
Gue bangun. Muka gue bengkok.
Menghampiri lagu itu, dan "trek!"
Gue matiin tanpa pandang bulu ketek.

"EH, KURANG AJAR!
KOK DIMATIIN??" Tanyanya sambil bergoyang-goyang ga karuan.
Stress! musik udah mati, dia masih petakilan.
Udah kayak petasan kawinan.
Dia menatap gue sambil membelakangi gue.
Kali ini dia lebih mirip ikan julung-julung yang lagi kesemsem sama belut sawah.

"Berisik soalnya.
Pagi-pagi tuh stel lagu yang enakan dikit dong!" Ujar gue.
"Yasudah, cepat mandi.
Antar mama ke pasar Cipanas, mau beli rak piring."

Hmmmmmmm...
Ternyata dibalik itu semua, nyokap ada maunya.
Biarlah. Biarkan dia senang sebelum gue telepon rumah sakit jiwa.
Gue bergegas mandi sambil mengancam, "Tapi tolong bikinin Milo!"

Setelah semua siap. Kami beranjak keluar rumah.
Cipanas mulai diterjang terik matahari.
Gue langkahkan kaki gue keluar rumah dengan malas-malasan.
Nyokap, ngikutin gue dari belakang.
Gue kuatir didalam pikirannya, jangan-jangan dia lagi mau beli CD FUNKY KOTA yang terbaru.
Soalnya dipasar Cipanas, banyak banget yang jual-jual begituan.
Gue berpaling kebelakang, menengok dia bermaksud mengultimatum agar dia tidak membeli CD-CD itu lagi.
tapi,
ASTAFIRULLO0000000OOOOOOOOOOOOOOOOO!!!!!!!!!!!!


"Pake Be-Ha dulu DONG MAAAAAAAAAAAAAAAAAAAH!"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar